Tak Hanya Ramadan, Bulog Banyuwangi Klaim Stok Beras Aman Hingga Akhir Tahun

Banyuwangi, HeadlineJatim.com- Perum Bulog Cabang Banyuwangi memastikan persediaan beras menjelang Ramadan dalam kondisi aman. Bahkan, stok yang tersimpan di sejumlah gudang disebut cukup untuk memenuhi kebutuhan Banyuwangi hingga wilayah Indonesia Timur sampai akhir tahun.

Kepastian itu disampaikan Wakil Pimpinan Cabang Bulog Banyuwangi, Krishnayuda Tri Pamungkas, saat mengikuti inspeksi mendadak bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Satgas Pangan Banyuwangi di pasar tradisional Banyuwangi, Senin (23/2) kemarin.

Read More

Krishna menyebut, total cadangan beras yang dikuasai Bulog Banyuwangi saat ini mendekati 100 ribu ton. Ia memastikan harga di pasaran juga relatif stabil.

“Stok beras di Bulog aman, hampir 100 ribu ton. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir,” ujar Krishna.

Untuk harga, beras premium berada di kisaran Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 14.900 per kilogram, beras medium Rp 13.500 per kilogram, sedangkan beras program SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) dijual Rp 12.500 per kilogram.

Selain menjaga stok, Bulog Banyuwangi juga terus melakukan penyerapan gabah dan beras dari petani lokal. Hingga Februari 2026, realisasi serapan telah mencapai 10 ribu ton dari target 70 ribu ton tahun ini.

“Serapan sudah 10 ribu ton. Kami optimistis pada Maret dan April bisa lebih maksimal seiring musim panen,” tambahnya.

Adapun harga pembelian pemerintah untuk gabah ditetapkan Rp 6.500 per kilogram, sementara beras Rp 12.000 per kilogram.

Krishna menjelaskan, beras hasil serapan tersebut tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan Banyuwangi, tetapi juga dikirim ke sejumlah daerah di Indonesia Timur seperti NTT, NTB, Papua dan Bali.

“Distribusi dari Banyuwangi juga menyuplai wilayah timur. Selama satu tahun ini kebutuhan tercukupi tanpa beras impor. Target swasembada 2025 tercapai dan 2026 juga kami optimistis tetap swasembada,” tegasnya.

Dengan ketersediaan yang mencukupi, Bulog mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying menjelang Ramadan.

Related posts