Hedy Lamarr, Pemeran Samson & Delilah (1949) yang Jadi Pelopor Teknologi WiFi

Surabaya, Headlinejatim.com – Hedy Lamarr. Publik mengenalnya lewat film Samson and Delilah. Namun sejarah teknologi mencatatnya sebagai pemilik paten sistem komunikasi yang menjadi fondasi jaringan nirkabel modern.

Hedy Lamarr bukan sekadar ikon Hollywood. Ia adalah pemegang US Patent No. 2,292,387 yang diajukan 10 Juni 1941 dan disetujui 11 Agustus 1942, berjudul Secret Communication System.

Read More

Paten itu menjadi akar dari teknologi yang hari ini kita sebut WiFi.

1942, Tahun Lahirnya Frequency Hopping

Bersama komposer dan penemu eksperimental George Antheil, Lamarr merancang sistem komunikasi torpedo yang tidak mudah disadap musuh.

Prinsipnya:

  • Sinyal radio tidak berada pada satu frekuensi tetap.
  • Frekuensi “meloncat-loncat” secara sinkron antara pemancar dan penerima.
  • Pola lompatan dibuat sulit ditebak.

Konsep ini kini dikenal sebagai frequency-hopping spread spectrum (FHSS).

Pada masa Perang Dunia II, Angkatan Laut AS menilai sistem itu terlalu kompleks untuk implementasi cepat. Paten diserahkan ke militer tanpa kompensasi finansial. Masa perlindungan paten berakhir pada 1959.

Dipakai Militer Militer Mulai 1960-an

Baru pada awal 1960-an, prinsip spread spectrum digunakan dalam sistem komunikasi militer Amerika Serikat, termasuk dalam komunikasi kapal perang saat periode Krisis Kuba 1962.

Namun nama Lamarr tetap nyaris tak disebut.

1997 – WiFi Resmi Menggunakan Spread Spectrum

Tonggak penting terjadi pada 1997, ketika standar WiFi pertama, IEEE 802.11, diratifikasi.

Standar awal 802.11 (kecepatan 1–2 Mbps) menggunakan teknologi:

  • FHSS (Frequency-Hopping Spread Spectrum)
  • DSSS (Direct-Sequence Spread Spectrum)

Kedua metode ini merupakan pengembangan dari konsep spread spectrum yang dipatenkan Lamarr pada 1942.

Artinya, secara teknis dan historis:

1997 adalah tahun pertama WiFi komersial mengadopsi secara resmi pondasi spread spectrum yang berakar dari paten Hedy Lamarr.

Bluetooth, yang diperkenalkan akhir 1990-an, juga menggunakan teknik frequency hopping.

Ironisnya, saat standar WiFi lahir pada 1997, Lamarr hidup dalam kesunyian di Florida. Ia wafat pada 19 Januari 2000, tepat ketika dunia memasuki era konektivitas nirkabel massal.

Kehidupan di Balik Layar, Otodidak dan Eksperimental

Di luar kontraknya bersama Metro-Goldwyn-Mayer, Lamarr dikenal gemar:

  • Membaca buku teknik dan sains.
  • Mengembangkan desain mekanis di rumahnya.
  • Bereksperimen dengan konsep perbaikan sistem lalu lintas.
  • Mengembangkan tablet minuman bersoda instan (yang gagal secara komersial).

Ia tidak memiliki gelar teknik. Seluruh pengetahuannya dibangun secara mandiri.

Penolakan dan Bias Zaman

Pada 1940-an, stereotip terhadap aktris glamor sangat kuat. Militer AS justru mendorongnya menjual obligasi perang ketimbang mengembangkan teknologi.

Ia tidak pernah menerima royalti dari penggunaan konsep spread spectrum.

Bertahun-tahun, kontribusinya nyaris hilang dari catatan publik.

Penghargaan dan Pengakuan Resmi

Pengakuan datang terlambat, namun terdokumentasi jelas:

  • 1997 – Pioneer Award dari Electronic Frontier Foundation atas kontribusi terhadap teknologi komunikasi modern.
  • 2014 – Dilantik secara anumerta ke National Inventors Hall of Fame (Amerika Serikat).
  • 2018 – Film dokumenter “Bombshell: The Hedy Lamarr Story” memperkenalkan kembali kisahnya ke generasi digital.

Ia wafat tahun 2000 dalam usia 85 tahun, tanpa pernah menikmati keuntungan finansial dari revolusi teknologi yang berakar dari gagasannya.

Fakta Historis yang Terverifikasi

• 1942 – Paten spread spectrum disahkan.

• 1960-an – Prinsip mulai dipakai militer AS.

• 1997 – Standar WiFi pertama (IEEE 802.11) menggunakan spread spectrum.

• 1997 – Ia menerima Pioneer Award.

• 2014 – Masuk National Inventors Hall of Fame.

WiFi bukan sekadar inovasi 1990-an. Akarnya tertanam sejak 1942, di benak seorang perempuan yang dunia lebih dulu nilai dari kecantikannya.

Hedy Lamarr membuktikan bahwa revolusi teknologi bisa lahir dari ruang rias Hollywood.

Dan ketika miliaran perangkat hari ini terhubung tanpa kabel, sejarah akhirnya memberi tempat yang layak bagi namanya.

Related posts