Balitanya Digigit Monyet, Warga Jember Serahkan Satwa Peliharaan ke BKSDA

Petugas gabungan saat mengamankan monyet peliharaan milik warga Dusun Mrapen, Kecamatan Mayang, Kabupaten Jember.(Foto: Istimewa)

Jember, HeadlineJatim.com– Insiden serangan satwa liar kembali terjadi di Kabupaten Jember. Seorang balita perempuan berusia dua tahun di Kecamatan Mayang mengalami luka serius setelah digigit monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) yang merupakan peliharaan keluarganya sendiri.

Read More

Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (30/1/2026) di Dusun Mrapen, Desa/Kecamatan Mayang. Korban bernama Nazila Soya Katra (2) terpaksa dilarikan ke RSD Kalisat setelah tangan kanannya mengalami luka robek akibat gigitan primata tersebut.

Berdasarkan keterangan keluarga, insiden bermula saat korban sedang bermain di halaman rumah bersama monyet yang telah dipelihara selama lima tahun tersebut. Sesaat setelah korban memberi makan, satwa itu tiba-tiba bereaksi agresif dan menyerang tangan kanan korban.

Orang tua korban, Sutiya, langsung membawa putrinya ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif. Tim medis RSD Kalisat telah melakukan tindakan prosedur penanganan luka luar, pemberian antiseptik, antibiotik, hingga pemberian Vaksin Anti Rabies (VAR) guna mencegah infeksi mematikan.

Merespons kejadian tersebut, Bidang Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Wilayah III Jember segera turun tangan. Pemilik satwa, Misnari, akhirnya menyerahkan monyet tersebut secara sukarela kepada petugas untuk diamankan.

Kepala Bidang KSDA Wilayah III Jember, Purwantono, menegaskan bahwa sifat liar satwa tidak akan pernah hilang meskipun telah lama dipelihara.

“Satwa liar memiliki karakter alami yang tidak bisa diprediksi. Konflik ini membahayakan manusia sekaligus merugikan satwa itu sendiri. Kami mengimbau keras masyarakat agar tidak memelihara satwa liar dalam bentuk apa pun,” ujar Purwantono saat dikonfirmasi, Senin (23/2/2026).

Tren Serangan Satwa di Jember

Purwantono mengungkapkan bahwa kasus serangan monyet di Jember menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Sepanjang tahun 2024 hingga 2025, tercatat ada 4 hingga 5 kasus serupa setiap tahunnya dengan total korban mencapai puluhan orang.

“Meskipun saat kecil tampak jinak, saat dewasa insting liar dan sifat agresifnya akan muncul, terutama jika merasa terancam atau stres karena ruang gerak yang terbatas,” imbuhnya.

Saat ini, monyet tersebut telah diamankan di kandang transit kantor KSDA Wilayah III Jember. Sebagai langkah edukasi lanjutan, pihak BKSDA berencana menghadirkan ahli medis dari Belanda untuk memberikan sosialisasi mengenai penanganan medis yang tepat bagi korban serangan satwa liar.

Tragedi di Mayang ini menjadi pengingat bagi publik bahwa kedekatan emosional dengan hewan liar tidak menjamin keamanan, terutama bagi anak-anak. Penyerahan satwa ke pihak berwenang adalah langkah terbaik demi keselamatan manusia dan kelestarian habitat asli satwa.

Related posts