Diduga Rem Blong, Truk Tronton Muat Batu Bara Terguling di Lampu Merah Gladag Banyuwangi

BANYUWANGI, HeadlineJatim.com — Sebuah dump truk tronton bermuatan penuh batu bara mengalami kecelakaan tunggal di perempatan traffic light (lampu merah) Desa Gladag, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi, Minggu (24/5/2026) pagi. Armada bernomor polisi B-9332-SYV tersebut terperosok ke parit hingga terguling setelah diduga kuat mengalami rem blong.

Insiden kecelakaan truk di Banyuwangi ini terjadi sekitar pukul 09.00 WIB. Kendaraan besar tersebut diketahui dikemudikan oleh Catur Winarso (49), warga Kabupaten Kediri, serta membawa seorang penumpang bernama Koderi (55), warga Kabupaten Nganjuk.

Read More

Sebelum kecelakaan terjadi, truk tronton melaju dari arah utara (Surabaya/Situbondo) menuju ke arah selatan dengan kecepatan sedang untuk mengirimkan pasokan batu bara tersebut.

Kanit Lantas Polsek Rogojampi, Ipda Gatot Dwi Handoko, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan keterangan sejumlah saksi, sistem pengereman truk mendadak tidak berfungsi alias blong saat kendaraan mulai mendekati lampu merah Gladag yang sedang menyala merah.

“Pengemudi mengaku rem kendaraan tidak berfungsi saat mendekati lampu merah yang saat itu posisinya sedang banyak kendaraan berhenti. Demi menghindari tabrakan beruntun dengan kendaraan di depannya, sopir mengambil keputusan cepat membanting setir ke arah kiri,” kata Ipda Gatot saat dikonfirmasi.

Akibat manuver penyelamatan darurat tersebut, truk langsung keluar jalur, menghantam bibir parit di tepi Jalan Raya Gladag Rogojampi, hingga akhirnya terguling. Bagian depan kepala truk mengalami kerusakan ringsek yang cukup parah akibat benturan keras.

Meskipun kendaraan bermuatan berat itu terbalik, pihak kepolisian memastikan tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Sopir truk hanya mengalami luka lecet ringan pada bagian betis kaki kiri, sementara sang kernet selamat tanpa luka sedikit pun.

“Tidak ada korban jiwa. Sopir hanya mengalami luka ringan dan sudah langsung mendapatkan penanganan medis di puskesmas terdekat,” tambah Kanit Lantas.

Pasca-kejadian, personel kepolisian bersama warga sekitar langsung bersiaga di lokasi untuk melakukan pengaturan arus lalu lintas. Badan truk yang melintang di tepi jalan sempat memicu kepadatan arus akibat banyaknya pengguna jalan yang melambatkan laju kendaraan untuk melihat kejadian.

“Arus lalu lintas sempat tersendat namun cepat dikendalikan oleh anggota di lapangan. Kami kembali mengimbau kepada para pengemudi kendaraan bertonase besar agar rutin melakukan pengecekan berkala pada sistem pengereman sebelum memulai perjalanan jauh,” pungkas Ipda Gatot.

Related posts