Varian Baru Flu H3N2 Masuk Jatim, Khofifah Sebut Kondisi Terkendali Warga Tak Perlu Panik

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa saat meninjau langsung kesiapan layanan kesehatan, memastikan kewaspadaan ISPA dan influenza. (Foto: Humas Jatim) 

Surabaya, HeadlineJatim.com – Munculnya varian baru virus Influenza A (H3N2) subclade K di sejumlah negara Asia, termasuk Indonesia, mendapat perhatian serius dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Meski demikian, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan kondisi di wilayahnya tetap terkendali dan meminta masyarakat tidak panik.

Read More

Berdasarkan hasil surveilans dan pemeriksaan laboratorium rujukan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, Khofifah menjelaskan bahwa tidak ditemukan peningkatan tingkat keparahan pada varian H3N2 subclade K dibandingkan dengan varian influenza lainnya.

“Virus Influenza A (H3N2) subclade K ini tidak bersifat mematikan. Di Jawa Timur, kondisinya terkendali dengan baik. Masyarakat tidak perlu panik, namun harus tetap waspada dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS),” ujar Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Senin (5/1/2026).

Secara nasional, hingga akhir Desember 2025 tercatat 62 kasus H3N2 subclade K dari 88 sentinel ILI-SARI yang diperiksa di delapan provinsi, termasuk Jawa Timur. Pemeriksaan dilakukan di laboratorium rujukan berstandar Biosafety Level 3 (BSL-3).

Di Jawa Timur, pemantauan dilakukan secara berkelanjutan melalui site sentinel Influenza Like Illness (ILI) di Puskesmas Dinoyo, Malang, serta Severe Acute Respiratory Infection (SARI) di RSUD dr. Saiful Anwar, Malang. Seluruh spesimen rutin dikirim ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLKM) Surabaya untuk pemeriksaan Whole Genome Sequencing.

Hasil pemeriksaan mencatat terdapat 18 kasus positif di Jawa Timur pada periode pengambilan spesimen September hingga November 2025. Mayoritas kasus ditemukan pada kelompok usia anak dan remaja, dengan proporsi seimbang antara laki-laki dan perempuan.

Khofifah menegaskan, temuan ini menjadi dasar bagi Pemprov Jatim untuk memperkuat kewaspadaan dini, terutama melalui pemantauan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan.

Sebagai langkah antisipasi, Dinas Kesehatan Jatim terus melakukan surveilans ketat dan koordinasi intensif dengan Kemenkes RI serta melakukan pemantauan rutin dengan Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) serta aplikasi NAR untuk deteksi dini berbasis data.

Selain penguatan kapasitas petugas medis, Pemprov Jatim juga menggencarkan edukasi mengenai etika batuk dan penggunaan masker. Khofifah menekankan pentingnya masker saat berada di kerumunan serta vaksinasi influenza bagi kelompok berisiko seperti balita.

“Penggunaan masker, terutama di kerumunan dan ruang tertutup, sangat dianjurkan. Vaksin influenza juga penting, khususnya bagi kelompok berisiko seperti balita dan individu dengan daya tahan tubuh rendah,” tegas Khofifah.

Sebagai langkah preventif tambahan, Pemprov Jatim berencana menerbitkan Surat Edaran (SE) terkait kewaspadaan ISPA untuk memastikan kesiapsiagaan seluruh daerah tanpa menimbulkan kecemasan publik.

Related posts