Dorong Tenaga Kerja Kompeten, Freeport Latih Ratusan Warga Sekitar Smelter Gresik

Sejumlah warga saat mengikuti pelatihan berbasis kompetensi. (Istimewa)

Gresik, HeadlineJatim.com— PT Freeport Indonesia (PTFI) terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di sekitar wilayah operasionalnya. Melalui program Pelatihan Berbasis Kompetensi, PTFI telah membekali lebih dari 700 warga di sekitar Smelter PTFI Gresik dengan keterampilan teknis dan sertifikasi industri berstandar nasional.

Read More

Vice President External Affairs Smelter PTFI, Erika Silva, mengatakan program pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menyiapkan tenaga kerja lokal yang kompeten, tersertifikasi, dan siap bersaing di tengah pesatnya pertumbuhan industri di Gresik.

“Pelatihan ini bertujuan menghasilkan tenaga kerja yang memiliki kompetensi dan sertifikasi sesuai kebutuhan industri, sehingga membuka peluang kerja yang lebih luas bagi masyarakat sekitar,” ujar Erika, Rabu(7/1/2026)

Pada periode November 2025 hingga Januari 2026, PTFI membuka delapan jenis pelatihan yang diikuti oleh 160 peserta. Pelatihan tersebut meliputi listrik industri berbasis programmable logic controller (PLC), operator scaffolding, ahli K3 umum, rigger, teknisi K3 listrik, operator crane, operator CNC milling, serta operator forklift. Seluruh program disusun mengacu pada standar Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia.

Selain keterampilan teknis, peserta juga dibekali soft skill serta pemahaman keselamatan dan kesehatan kerja (K3) untuk memenuhi standar industri yang semakin ketat. Dalam pelaksanaannya, PTFI bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Gresik dan Rumah Vokasi guna memastikan keberlanjutan program, termasuk membuka akses penempatan kerja bagi para lulusan.

Manfaat program ini dirasakan langsung oleh peserta. Taufik Rohman, warga Desa Bedanten, menilai pelatihan tersebut sangat relevan dengan kondisi Gresik sebagai kawasan industri.

“Pelatihan ini menambah ilmu dan keterampilan kami. Dengan banyaknya industri di Gresik, program seperti ini sangat dibutuhkan agar masyarakat bisa bersaing dan membantu mengurangi pengangguran,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Hapsari, peserta pelatihan lainnya. Menurutnya, sertifikasi menjadi syarat penting dalam dunia kerja saat ini.

“Banyak ilmu yang saya dapat. Pelatihan ini sangat berguna karena memberikan pemahaman di bidang yang relevan dengan kebutuhan industri. Harapan saya, ke depan bisa bekerja di perusahaan sesuai keahlian,” katanya.

Erika menegaskan, upaya pengembangan SDM ini sejalan dengan visi PTFI dalam mendukung terciptanya ekosistem ketenagakerjaan yang kondusif di Gresik.

“Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci dalam meningkatkan daya saing tenaga kerja. PTFI akan terus berkontribusi dalam pengembangan SDM agar mampu mendukung pertumbuhan industri secara berkelanjutan,” tutupnya.

Related posts