SIDOARJO, headlinejatim.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo terus menancapkan komitmennya dalam mengakselerasi pemerataan pembangunan hingga ke wilayah selatan. Fokus utama pengembangan kini diarahkan ke Kecamatan Jabon melalui optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta penataan infrastruktur skala besar.
Langkah konkret tersebut ditegaskan oleh Bupati Sidoarjo, H. Subandi, S.H., M.Kn., saat menghadiri peresmian kawasan wisata Wringin Asri di Desa Trompoasri, Kecamatan Jabon, Kamis (27/8/2026). Selain peresmian destinasi wisata baru, agenda tersebut juga dirangkai dengan kegiatan penyaluran bantuan beras bagi warga kurang mampu serta aksi penanaman pohon.
Pengembangan objek wisata Wringin Asri menjadi gambaran nyata keberhasilan kolaborasi penataan lingkungan. Lahan yang dimanfaatkan tersebut merupakan aset milik Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) yang sebelumnya menjadi tempat pembuangan sampah liar tak terurus, mulai dari limbah rumah tangga, B3, hingga sampah industri.
Bupati Subandi menyampaikan apresiasi tinggi kepada jajaran pemerintah desa, pengurus BPD, tokoh masyarakat, serta jajaran pengusaha lokal yang bahu-membahu meretas permasalahan sampah dan menyulapnya menjadi kawasan bernilai ekonomis.
”Ini adalah wadah yang membuktikan bahwa kebersamaan antara pemerintah kabupaten, desa, dan pengusaha sangat penting. Tugas kami di pemerintah daerah adalah memberikan kemudahan pelayanan kepada masyarakat serta para pelaku usaha di Sidoarjo,” ujar Subandi.
Selain pembenahan lingkungan hidup, Pemkab Sidoarjo memproyeksikan Kecamatan Jabon sebagai sentra industri dan pergudangan terpadu di masa depan. Untuk merealisasikannya, penyiapan infrastruktur jalan yang memadai menjadi perhatian mendesak.
Pemerintah daerah telah menyiapkan proyek strategis berupa pelebaran jalan sepanjang kurang lebih 9 kilometer di kawasan Jabon. Peningkatan kapasitas akses jalan utama ini ditargetkan tuntas secara bertahap mulai dari periode tahun 2028 hingga 2029.
”Sejak awal kami sudah punya visi besar untuk Kecamatan Jabon. Jabon ini adalah kawasan industri yang harus kita hidupkan kembali. Langkah awalnya adalah memperlebar akses jalan dan penataan lingkungan. Jika jalannya sudah bagus dan representatif, para investor akan berdatangan,” jelas Subandi optimis.
Penguatan sektor industri dan penataan wilayah di Jabon diproyeksikan bakal menciptakan multiplier effect (dampak berganda) yang luas bagi masyarakat setempat:
*Peningkatan Nilai Lahan: Ketersediaan sarana jalan yang luas dan aman secara langsung mendongkrak daya tarik kawasan di mata investor global maupun nasional, yang berdampak pada peningkatan nilai aset tanah di sekitar lokasi.
* Penyerapan Tenaga Kerja Lokal: Pembukaan pabrik dan pergudangan baru berpotensi menyerap ribuan tenaga kerja produktif, khususnya pemuda-pemudi dari Jabon dan sekitarnya.
*Geliat Sektor Usaha Mikro (UMKM): Menjamurnya kawasan industri akan menghidupkan ekosistem bisnis pendukung seperti kuliner, hunian sewa (kos-kosan), dan jasa harian milik warga lokal.
Melalui sinergi erat antara elemen pemerintah daerah, pemerintah desa, BPD, tokoh masyarakat, dan kalangan investor swasta, pembangunan Jabon diharapkan tak sekadar mempercepat kemajuan wilayah, namun juga secara nyata mengangkat taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat Sidoarjo selatan.
Langkah Strategis Genjot Ekonomi Sidoarjo Selatan, Bupati Subandi Targetkan Pelebaran Jalan 9 Km dan Revitalisasi Kawasan Industri Jabon.






