SURABAYA, HeadlineJatim.com — Semangat emansipasi Raden Ajeng Kartini terus berdenyut di lingkungan PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur. Melalui forum “Inspiring Srikandi: Strong Women, Stronger World”, perusahaan menegaskan komitmennya dalam memperkuat peran perempuan sebagai motor penggerak organisasi yang krusial dalam menerangi negeri.
Acara yang digelar di Kantor PLN UID Jawa Timur pada Selasa (28/4/2026) ini menghadirkan Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Timur, Arumi Bachsin Emil Dardak, serta psikolog Samanta Elsener. Kegiatan ini diikuti oleh 462 Srikandi PLN UID Jawa Timur, Persatuan Istri Karyawan, serta tenaga alih daya perempuan dari seluruh wilayah Jatim.
General Manager PLN UID Jawa Timur menyatakan bahwa nilai-nilai Kartini kini terimplementasi nyata dalam struktur perusahaan. Perempuan di PLN tidak lagi sekadar pendukung, melainkan inovator dan pemimpin yang berkontribusi langsung pada kemajuan perusahaan.
“Perempuan di PLN bukan sekadar pelengkap, melainkan inovator, pemimpin, dan penjaga nilai perusahaan. Saat ini, sekitar 26 persen pegawai PLN UID Jawa Timur adalah perempuan, dengan 222 di antaranya telah menempati posisi strategis,” tegasnya.
Data tersebut menunjukkan keterbukaan ruang kepemimpinan di PLN yang inklusif, di mana kompetensi menjadi indikator utama tanpa memandang gender.
Dalam orasinya, Arumi Bachsin Emil Dardak menekankan bahwa pemberdayaan perempuan adalah kunci pembangunan berkelanjutan di Jawa Timur. Menurutnya, dampak dari perempuan yang berdaya akan terasa hingga ke level masyarakat dan daerah.
“Perempuan bukan hanya penerus nilai, tetapi juga penggerak perubahan. Ketika perempuan diberdayakan dari sisi ekonomi, pendidikan, maupun peran sosial, dampaknya akan sangat besar bagi kemajuan daerah,” ujar Arumi Bachsin.
Di sisi lain, Samanta Elsener menyoroti pentingnya ketahanan mental (mental resilience) bagi perempuan modern yang seringkali memikul beban ekspektasi tinggi. Ia mengingatkan bahwa kesehatan mental adalah fondasi bagi perempuan untuk tetap berdampak.
“Kita tidak harus sempurna dalam segala hal. Memahami batasan dan mengelola emosi adalah kunci agar perempuan bisa terus berdaya secara konsisten,” jelas Samanta.
Melalui gerakan Srikandi PLN, perusahaan berkomitmen untuk terus mendorong pengembangan kapasitas pegawai perempuan. Refleksi dari tema Strong Women, Stronger World ini diharapkan melahirkan organisasi yang lebih tangguh dan inklusif demi membangun dunia yang lebih baik melalui layanan kelistrikan yang andal.






