Dorong Ketahanan Pangan, Petrokimia Gresik Berhasil Naikkan Hasil Panen Melon di Pantura

GRESIK, HeadlineJatim.com – Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia, kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Melalui program “Pestani Melon Pantura”, perusahaan berhasil mendorong produktivitas petani melon di wilayah Pantura Jawa Timur hingga naik 10 persen.

Keberhasilan ini dirayakan dalam acara “Panen Raya & Apresiasi Pestani Melon Pantura” yang digelar di Tuban, Jawa Timur, Selasa (7/4/2026). Program yang diikuti oleh 210 petani ini tidak hanya meningkatkan hasil panen, tetapi juga berdampak signifikan pada aspek ekonomi, dengan kenaikan pendapatan petani rata-rata sebesar 15 persen dalam satu siklus budidaya.

Read More

Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik, Adityo Wibowo, menjelaskan bahwa program Pestani hadir sebagai stimulus bagi petani untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil bumi mereka.

“Program ini menjadi gerakan kolaboratif antara Petrokimia Gresik dan petani. Kita menyaksikan bahwa inovasi, disiplin budidaya, dan penggunaan pupuk yang tepat mampu menghasilkan melon dengan ukuran besar dan rasa manis yang optimal,” ujar Adityo.

Pestani Melon Pantura merupakan ajang kompetisi budidaya yang melibatkan petani dari Kabupaten Tuban, Bojonegoro, Lamongan, Ngawi, hingga Gresik. Selama kompetisi, para peserta didukung penuh dengan paket sarana produksi pertanian (saprodi) unggulan, seperti Phonska Lite, K-Plus, Phonska Cair, Phosgreen, ZA Plus, dan Petro Biofertil.

Hasilnya cukup impresif. Produktivitas melon di wilayah tersebut naik dari rata-rata 18 ton menjadi 20 ton per hektare. Dari sisi finansial, pendapatan petani meningkat menjadi rata-rata Rp22 juta per siklus.

Suhartoyo, Juara 1 Pestani Melon Pantura yang juga merupakan Kepala Desa Klotok, Kabupaten Tuban, mengakui keunggulan produk Petrokimia Gresik, terutama saat menghadapi cuaca ekstrem.

“Penggunaan produk Petrokimia mampu menjadi solusi terbaik. Pertumbuhan buah lebih bagus dan beratnya meningkat dibandingkan musim sebelumnya, meskipun cuaca sedang tidak menentu,” ungkapnya.

Selain aspek teknis pertanian, kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian menyambut HUT ke-54 Petrokimia Gresik pada 10 Juli 2026 mendatang. Unsur angka “54” muncul dalam berbagai detail acara, mulai dari tantangan menghasilkan melon seberat 5,4 kilogram hingga pembagian (wiwarah) 540 kilogram melon kepada masyarakat sekitar.

“Kami ingin menegaskan komitmen Petrokimia Gresik untuk terus menjadi mitra strategis petani. Bukan sekadar penyedia pupuk, tapi sahabat untuk tumbuh bersama dalam meningkatkan kesejahteraan,” tutup Adityo.

Acara ditutup dengan prosesi panen raya, penandatanganan mural komitmen budidaya melon berdaya saing, serta pawai tumpeng melon sebagai bentuk rasa syukur atas melimpahnya hasil bumi di tanah Jawa Timur.

Related posts