BANYUWANGI – Panen jagung di wilayah Kecamatan Sempu, Banyuwangi, menunjukkan hasil menggembirakan. Dari lahan seluas sekitar 2 hektare di kawasan Perhutani petak 62 BKPH Kalisetail, Dusun Parastembok, hasil panen diprediksi menembus 10 ton.
Kegiatan panen yang berlangsung pada Rabu (01/4/2026) sejak pagi itu mendapat pendampingan langsung dari jajaran Polsek Sempu. Ps Kanit Binmas Polsek Sempu Aiptu Nanang Dwi Prasetyo turun ke lokasi untuk melakukan monitoring sekaligus memastikan proses panen berjalan aman dan lancar.
Selain itu, kehadiran polisi juga sebagai bentuk dukungan terhadap para petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Hutan (KTH) Flamboyan. Jagung yang dipanen merupakan jenis hibrida yang dikenal memiliki produktivitas tinggi.
Tak hanya melakukan pendampingan, aparat kepolisian juga memberikan bantuan nasi bungkus kepada para petani dan buruh panen yang sejak pagi bekerja di lahan.
Dengan luas lahan sekitar 2 hektare, produksi jagung diperkirakan mencapai 10 ton atau rata-rata 5 ton per hektare. Hasil ini dinilai cukup baik dan menunjukkan pengelolaan lahan berjalan optimal.
Kapolsek Sempu AKP Satrio Wibowo menegaskan, keterlibatan kepolisian dalam kegiatan ini merupakan bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional.
“Kami hadir tidak hanya untuk pengamanan, tetapi juga memberikan pendampingan langsung kepada petani agar kegiatan panen berjalan lancar,” ujarnya.
Ia menambahkan, sektor pertanian menjadi salah satu fokus penting dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat.
“Ketahanan pangan ini menjadi tanggung jawab bersama. Polri hadir untuk memastikan masyarakat, khususnya petani, merasa aman dan didukung dalam setiap proses produksi,” tegasnya.
Menurutnya, sinergi antara petani dan aparat sangat diperlukan untuk meningkatkan produktivitas hasil pertanian.
“Kami ingin memastikan para petani bisa bekerja dengan tenang tanpa gangguan. Dengan begitu, hasil panen bisa maksimal dan berdampak langsung pada kesejahteraan mereka,” lanjutnya.
AKP Satrio juga mengapresiasi kerja keras para petani yang terus memanfaatkan lahan Perhutani secara produktif.
“Kami sangat mengapresiasi semangat petani. Lahan yang ada bisa dimanfaatkan dengan baik, dan hasilnya pun cukup menggembirakan,” katanya.
Ia berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut dan menjadi contoh bagi wilayah lain.
“Ke depan, kami berharap kolaborasi ini terus terjalin. Tidak hanya saat panen, tetapi juga sejak proses tanam hingga distribusi hasilnya,” pungkasnya.
Sementara itu, salah satu petani KTH Flamboyan, Suparman (45), mengaku senang dengan hasil panen tahun ini. Ia menyebut penggunaan bibit jagung hibrida memberikan hasil yang lebih maksimal.
“Alhamdulillah hasilnya bagus. Dengan adanya pendampingan dari polisi, kami merasa lebih diperhatikan dan semakin semangat,” ujarnya.
Menurutnya, kehadiran aparat di tengah aktivitas pertanian memberikan rasa aman sekaligus motivasi tambahan bagi petani.
“Harapannya hasil panen terus meningkat dan harga tetap stabil, supaya petani bisa lebih sejahtera,” pungkasnya.






