Gresik, headlinejatim.com —Upaya memperkuat pencegahan penyalahgunaan narkoba terus digencarkan melalui kolaborasi antara pemerintah daerah dan organisasi kemasyarakatan. Hal ini terlihat dalam kegiatan yang dihadiri anggota Komisi B Much. Abdul Qodir dari DPRD Provinsi Jawa Timur, bersama berbagai unsur organisasi di bawah naungan Nahdlatul Ulama.
Sejumlah badan otonom NU yang hadir antara lain IPNU, IPPNU, GP Ansor, Banser, serta LTNU MWCNU Gresik.
Kepala Bakesbangpol Provinsi Jawa Timur yang diwakili Analis Kebijakan Ahli Muda Khamim S.H menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi bagian penting dalam memperkuat kemitraan antara pemerintah daerah dan ormas dalam mencegah penyalahgunaan narkoba, khususnya di kalangan generasi muda dan perempuan Nahdliyin.
“Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen bersama untuk membangun generasi yang sehat, kuat, dan bersih dari bahaya narkoba. Kami berharap kehadiran semua pihak dapat memperkaya pemahaman sekaligus mendorong aksi nyata melawan narkoba di tengah masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, peran strategis organisasi masyarakat juga disoroti oleh Letkol Czi Luthfi. Ia menekankan bahwa ormas memiliki pengaruh besar dalam menjaga stabilitas sosial dan politik.
“Organisasi masyarakat adalah penyalur aspirasi rakyat. Melalui kemitraan dengan intelijen, kita bisa mencegah konflik sosial maupun paham radikal yang kerap disusupi peredaran narkoba,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa deteksi dini melalui analisis IPOLEKSOSBUDHANKAM dapat menjadi early warning system bagi pemerintah dalam mengantisipasi potensi instabilitas politik dan keamanan.
Sementara itu, pemateri kesehatan Nova Auliyatul Faida memaparkan faktor utama penyebab penyalahgunaan narkoba. Menurutnya, stres, tekanan lingkungan pertemanan, serta kemudahan akses menjadi pemicu dominan.
“Pencegahan penyalahgunaan narkoba adalah tanggung jawab bersama sesuai amanat Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009. Dampaknya bukan hanya kesehatan, tetapi juga sosial dan ekonomi,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa penyalahgunaan narkoba dapat menyebabkan gangguan fungsi otak dan jantung, meningkatkan risiko kriminalitas, hingga menurunkan produktivitas ekonomi masyarakat. Beberapa tanda fisik seperti tremor, mata merah, dan penurunan berat badan secara drastis juga perlu diwaspadai sebagai indikator awal.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, tenaga kesehatan, dan organisasi kemasyarakatan memiliki peran penting dalam memutus mata rantai penyalahgunaan narkoba. Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, diharapkan lahir generasi muda yang sehat, produktif, serta memiliki ketahanan moral dan sosial yang kuat demi menjaga keutuhan bangsa dan negara.






