BANYUWANGI, HeadlineJatim.com- Kabupaten Banyuwangi kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menetapkan Banyuwangi sebagai kabupaten terbaik kategori “Kinerja Tinggi se-Indonesia” berdasarkan hasil Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EPPD) tahun 2026.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah XXX Tahun 2026 di Plaza Kemendagri, Jakarta, Senin (27/4/2026). Penyerahan dilakukan langsung oleh Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto.
Capaian ini menjadi kali keempat Banyuwangi meraih peringkat pertama nasional sebagai kabupaten berkinerja terbaik.
Penilaian dilakukan melalui Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD), dengan total 606 indikator. Aspek yang dinilai meliputi pengentasan kemiskinan, pembangunan daerah, pelayanan pendidikan dan kesehatan, transparansi keuangan, pelestarian lingkungan hidup, hingga inovasi daerah.
Wamendagri Bima Arya menyampaikan apresiasi kepada daerah-daerah berprestasi. Namun ia mengingatkan kepala daerah agar tak berhenti pada capaian angka semata.
“Para kepala daerah yang hadir hari ini telah menunjukkan bahwa di balik retorika ada angka dan indikator yang memiliki makna terkait kinerja pemerintahan. Namun kepala daerah jangan berhenti di angka itu,” ujar Bima Arya.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan terima kasih atas penghargaan tersebut. Menurutnya, capaian itu merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat Banyuwangi.
“Pasti Banyuwangi belum sempurna, kami mohon maaf dan kami terus berbenah. Terima kasih kepada para kiai, DPRD, Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh warga Banyuwangi,” kata Ipuk.
Ia menambahkan, penghargaan dari pemerintah pusat akan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas layanan publik dan pembangunan daerah.
“Tadi ada arahan dari Kemendagri agar daerah memperkuat SDM, meningkatkan kapasitas fiskal, dan memperkuat kemandirian ekonomi rakyat. Ini menjadi perhatian kami ke depan,” ujarnya.
Asisten Administrasi Umum Setda Banyuwangi Budi Santoso menjelaskan, Banyuwangi meraih nilai tertinggi dengan skor 3,8202 dan berstatus Kinerja Tinggi.
Menurutnya, sejumlah indikator pembangunan menunjukkan tren positif. Angka kemiskinan Banyuwangi terus turun dari 8,07 persen pada 2021 menjadi 6,13 persen pada 2025.
“Ini merupakan angka kemiskinan terendah yang pernah dicapai Banyuwangi,” kata Budi.
Selain itu, pendapatan per kapita masyarakat naik menjadi Rp 67,08 juta pada 2025 dari Rp 62,08 juta pada 2024. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Banyuwangi juga meningkat menjadi 75,17.
Pada sektor pelayanan dasar, Banyuwangi juga dinilai baik, termasuk layanan kesehatan untuk balita, ibu hamil, ibu bersalin, dan menyusui yang disebut mencapai 100 persen.
Sebelumnya, Banyuwangi juga meraih predikat kabupaten terinovatif versi Kemendagri selama delapan tahun berturut-turut sejak 2018 hingga 2025, serta menjadi satu-satunya kabupaten di Indonesia yang meraih predikat AA dalam Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP).






