SURABAYA, HeadlineJatim.com — Rotary Club of Surabaja secara resmi memasuki fase baru kepengurusan Rotary Year 2026–2027. Langkah awal perubahan ini ditandai dengan pelantikan Satria Wicaksana sebagai Presiden untuk masa bakti mulai 1 Juli 2026 hingga 30 Juni 2027 mendatang, Jumat (3/7/2026).
Penunjukan ini menjadi tonggak sejarah penting bagi internal organisasi. Satria tercatat sebagai Presiden termuda di seluruh kawasan Rotary Surabaya Area, yang sekaligus menandai kuatnya semangat regenerasi kepemimpinan yang dinamis serta visioner di Kota Pahlawan.
Memiliki latar belakang profesional di bidang desain dan dunia pendidikan, Satria dikenal luas sebagai sosok yang mengedepankan kreativitas, inovasi, serta kolaborasi dalam menciptakan solusi. Keahlian tersebut diharapkan mampu memperkuat peran Rotary Club of Surabaja sebagai organisasi pelayanan yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat sekaligus mampu merangkul generasi muda.
Usung Tema ‘Bridges of Hope’ untuk Aksi Kemanusiaan
Dalam masa kepemimpinannya, Satria mengusung semangat global Rotary Year 2026–2027, “Create Lasting Impact”. Visi makro tersebut kemudian diterjemahkan oleh Rotary Club of Surabaja melalui tema lokal yang mendalam, yakni “Bridges of Hope – Connecting Hearts, Creating Impact.”
Semangat tersebut mencerminkan komitmen kuat untuk membangun jembatan kolaborasi antarmasyarakat, dunia usaha, sektor pemerintahan, institusi pendidikan, hingga lintas komunitas demi menghadirkan pelayanan kemanusiaan yang berkelanjutan.
Selama satu tahun ke depan, Rotary Club of Surabaja telah menetapkan sejumlah fokus strategis. Beberapa di antaranya meliputi penguatan kualitas dan keterlibatan anggota, peningkatan kuantitas proyek pelayanan masyarakat yang berdampak, perluasan kemitraan lintas sektor, serta penguatan citra organisasi melalui komunikasi publik yang lebih aktif dan modern.
Fokus Program Unggulan ‘Magic Hands 2.0’
Salah satu program mercusuar yang akan menjadi fokus utama kepengurusan Satria adalah Magic Hands 2.0, yang merupakan proyek pengembangan dari program sosial sebelumnya.
Program ini kini memiliki cakupan bantuan yang lebih luas dengan memberikan dukungan penuh kepada anak-anak penderita autisme maupun anak dengan gangguan pendengaran. Pendekatannya mengintegrasikan sektor pendidikan, layanan kesehatan gratis, pemberdayaan ekonomi keluarga, serta kolaborasi bersama tenaga profesional.
Selain itu, organisasi ini juga akan menjalankan berbagai inisiatif di bidang kesehatan, pemberdayaan generasi muda, pelestarian lingkungan hidup, serta penguatan kolaborasi bersama Rotaract. Sebagai profesional desain, Satria juga menaruh perhatian besar pada penguatan identitas digital organisasi lewat konsistensi media sosial.
“Rotary adalah tempat di mana para profesional dapat menggunakan keahlian dan jejaringnya untuk melayani masyarakat. Saya percaya dampak yang besar tidak lahir dari kerja sendiri, tetapi dari kolaborasi yang kuat. Bersama seluruh anggota Rotary Club of Surabaja, kami ingin menghadirkan program yang inklusif, berkelanjutan, and memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Semangat Create Lasting Impact akan menjadi landasan kami dalam setiap langkah pelayanan,” tegas Satria Wicaksana secara optimistis.
Melalui nakhoda baru ini, Rotary Club of Surabaja berkomitmen penuh untuk terus menghidupkan motto abadi Rotary internasional, “Service Above Self” atau mementingkan pelayanan di atas kepentingan diri sendiri.






