SURABAYA, Headlinejatim.com – Sejumlah tokoh lintas agama menikutin peringatan malam suro-an atau menurut kalender Jawa Saka 1960, yang digelar Pengaturan Kepercayaan Sapto Dharmo di Jl Endrosono, Semampir, Surabaya Sabtu (11/07/2026). Peringatan Tahun Baru Saka Jawa ini untuk menjaga kerukunan dan toleransi antar umat beragama. Selain itu, juga untuk mendoakan keselamatan bangsa dan negara Indonesia.
Penganut kepercayaan Sapta Darmo menggelar tasyakuran peringatan Suro-an hitungan kalender Jawa Saka tahun 1960 di kawasan Endrosono, Semampir. Kali ini Tahun baru Saka Jawa 1960 mengusung tema Candra Sengkala “Sirnaning Pangrasa Terus Manunggal”
Dalam acara tersebut dihadiri sejumlah tokoh lintas agama. Mereka membaca doa secara bergantian untuk keselamatan bangsa dan negara serta berharap masyarakat sejahtera, gemah ripah loh jinawi, tata tentrem kerta raharja.
Peringatan Hari Raya Suro digelar sesuai tradisi kepercayaan para penganut Sapta Darma. Termasuk di Kota Surabaya ini digelar secara sederhana di Sanggar Candi Busana, kawasan Endrosono, Semampir, dengan dihadiri ratusan penganut Kepercayaan Sapta Darma.
Dalam Acara tersebut juga dihadiri sejumlah tokoh agama Islam, Katolik, Budha, Hindu, dan protestan serta Kong Hu Chu, duduk di atas panggung yang telah disediakan panitia penyelenggara.
Kegiatan ini dibuka dengan tari Jawa dan pembacaan uri-uri budaya Jawa, yang menjunjung tinggi nilai budi pekerti dan keberagaman umat beragama, toleransi serta gotong royong, guyub dan rukun.
Selain itu, juga ada pembacaan tembang Jawa , yang dibawakan dengan syahdu.
“Kami bersyukur, semua undangan banyak yang hadir di acara ini. Termasuk para tokoh agama di sini juga hadir. Kami senang bisa merayakan kebersamaah dengan suasana guyup dan khidmat,” ungkap Mardikin, Pembina Sanggar Candi Busana.
Menurut Mardikun, acara tersebut merupakan suatu bentuk kerukunan umat beragama yang ada di Nusantara. Dimana kita sebagai bangsa dan negara yang besar, wajib untuk hidup dengan toleransi antar umat beragama.
“Ini wujud dari kerukunan yang mana kita sebagai bangsa negara yang besar kita wajib melakukan toleransi antar umat beragama, saling mengharagai satu sama lain, di dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika, menjaga dan kerukunan persatuan untuk bangsa Indonesia,” paparnya.
Harapan kedepannya semoga kegiatan ini akan lebih besar dan lebih luas untuk merangkul semua pihak dengan kebhinekaan dan persatuan, itu yang kita harapkan kedepannya,” terangnya.
Perayaan ini diakhuri dengan pembacaan doa bersama. Selanjutnya, penyelanggara juga membagikan bingkisan Sembako kepada warga yang kurang mampu di kawasan tersebut.
“Pembagian bingkisan sembako ini sebagai bentuk syukur dan kepedulian kami kepada sesame, dimana hidup harus selalu saling membantu dan tolong menolong,” pungkasnya.






