GRESIK, HeadlineJatim.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan lingkungan yang inklusif, khususnya bagi penyandang autisme dan disabilitas. Hal ini ditegaskan dalam peringatan Hari Peduli Autisme Sedunia 2026 yang digelar di Auditorium Gressmall, Kamis (2/4/2026).
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menekankan bahwa kesetaraan bagi penyandang disabilitas bukan sekadar slogan, melainkan harus diwujudkan melalui langkah nyata, salah satunya dengan membuka akses yang lebih luas di sektor ketenagakerjaan.
“Setiap individu, termasuk anak-anak dan orang dewasa dengan autisme, memiliki hak yang sama untuk hidup mandiri dan bermakna di tengah masyarakat tanpa diskriminasi,” ujar Bupati yang akrab disapa Gus Yani.
Dalam kesempatan tersebut, Pemkab Gresik juga memberikan apresiasi kepada 11 perusahaan yang telah berkomitmen menyediakan kesempatan kerja bagi tenaga kerja penyandang disabilitas. Langkah ini dinilai sebagai bagian penting dalam mendorong terciptanya ekosistem industri yang inklusif.
Berdasarkan data Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Gresik, hingga saat ini tercatat sebanyak 72 tenaga kerja penyandang disabilitas telah terserap di berbagai sektor. Rinciannya, 15 orang bekerja di instansi pemerintah, 11 orang di BUMN dan BUMD, serta 46 orang di perusahaan swasta.
Gus Yani berharap jumlah perusahaan yang membuka peluang bagi penyandang disabilitas terus bertambah. Menurutnya, setiap individu memiliki potensi yang dapat dikembangkan apabila diberikan pendampingan dan kesempatan yang tepat.
“Anak-anak istimewa ini harus kita dampingi sesuai dengan keterampilan yang mereka miliki. Peran dunia usaha sangat penting dalam membantu mereka untuk mandiri,” tambahnya.
Dalam upaya memperkuat inklusi, Pemkab Gresik juga menekankan tiga pilar utama, yakni lingkungan sosial yang menerima tanpa diskriminasi, dukungan layanan medis dan terapi yang berkelanjutan, serta peran keluarga sebagai garda terdepan dalam pendampingan.
Peringatan tahun ini mengusung tema “Akses Nyata Gerakan Kesetaraan Anak Spektrum Autisme” (ANGKASA). Tema tersebut menjadi simbol transformasi dari sekadar meningkatkan kesadaran menuju tindakan nyata dalam bentuk penerimaan, penghargaan, dan pemberdayaan.
Acara yang diinisiasi oleh UPT Layanan Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus (LPABK) Dinas Pendidikan Gresik ini turut dimeriahkan dengan berbagai kegiatan, mulai dari lomba hingga pentas seni yang melibatkan siswa dari tingkat PAUD hingga SMA, baik dari sekolah reguler maupun SLB se-Kabupaten Gresik.
Melalui momentum ini, Pemkab Gresik berharap kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dapat terus diperkuat demi mewujudkan Kabupaten Gresik sebagai daerah yang benar-benar inklusif dan ramah bagi semua kalangan.






