District Governor Rotary D-3420 Indonesia, Dyah Anggraeni, bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup Surabaya menanam pohon di Taman Mozaik (Foto: Maulana Hafizh)
Surabaya, Headlinejatim.com — Ancaman banjir dan krisis lingkungan di kawasan perkotaan kembali mendapat perhatian serius. Rotary International District 3420 bersama Pemerintah Kota Surabaya menggelar Gerakan Rotary Hijaukan Negeri dengan aksi penanaman pohon di Taman Mozaik, Wiyung, Minggu (8/2/2026) pagi.
Program ini bukan sekadar seremoni tanam pohon. Rotary menanam berbagai jenis pohon endemik dan kayu keras seperti ketapang merah, tabebuya, bungur, hingga mahoni yang berfungsi sebagai peneduh, penyerap air, dan penyangga ekosistem. Langkah ini menjadi respons langsung atas meningkatnya risiko banjir akibat berkurangnya area resapan air.
District Governor Rotary D-3420 Indonesia, Dyah Anggraeni, menegaskan bahwa gerakan ini lahir dari keprihatinan terhadap kondisi lingkungan di berbagai daerah. Menurutnya, curah hujan tinggi kini tak hanya berdampak di wilayah terpencil, tetapi juga kota besar seperti Surabaya.
“Gerakan ini kami lakukan untuk memperkuat lahan agar mampu mencegah banjir sekaligus meningkatkan kualitas udara. Ini investasi jangka panjang untuk anak cucu kita,” ujarnya.
Aksi penghijauan ini mendapat dukungan penuh dari Pemkot Surabaya. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya, Dedik Irianto menyampaikan apresiasi atas kontribusi Rotary yang dinilai sejalan dengan program pemerintah dalam menjaga keseimbangan lingkungan kota.
“Saya berterima kasih atas program Rotary yang mendukung gerakan menanam pohon dan rencana pembangunan Rotary Education Park sebagai wadah warga belajar dan sadar lingkungan,” kata Dedik.

Puluhan pohon endemik ditanam bukan untuk kepentingan jangka pendek, melainkan sebagai warisan hijau yang akan tumbuh besar dan memberi manfaat bagi generasi mendatang. Pohon kayu keras dipilih karena mampu hidup lama, menyerap air, dan menciptakan lingkungan yang lebih sejuk.
District Governor Rotary D-3420 Indonesia, Dyah Anggraeni, menegaskan bahwa gerakan ini lahir dari kepedulian terhadap masa depan lingkungan dan kualitas hidup masyarakat.
“Kami ingin anak-anak dan cucu kita kelak masih bisa menikmati udara bersih dan lingkungan yang sehat,” ujarnya.
Komitmen jangka panjang ini diperkuat dengan rencana pembangunan Rotary Education Park, yang akan menjadi pusat edukasi lingkungan bagi warga Surabaya. Program ini dirancang agar masyarakat terlibat langsung dalam perawatan dan pengawasan pohon yang ditanam.
DLH Surabaya mengapresiasi langkah tersebut. Menurutnya, edukasi lingkungan sejak dini menjadi fondasi penting untuk membangun kesadaran kolektif menjaga alam.






