Plt. Direktur RSD dr. Soebandi, dr. I Nyoman Semita. (Foto : istimewa)
Jember, HeadlineJatim.com – Rumah Sakit Daerah (RSD) dr. Soebandi Jember tengah bersiap melakukan ekspansi besar-besaran. Manajemen mencatat kebutuhan tambahan Sumber Daya Manusia (SDM) mencapai 185 orang guna menunjang pembangunan gedung baru, layanan hemodialisa, hingga transformasi menjadi Rumah Sakit Pendidikan.
Plt. Direktur RSD dr. Soebandi, dr. I Nyoman Semita, Sp.OT., menjelaskan bahwa angka tersebut didapat dari kajian empiris dan ilmiah yang dilakukan sejak September 2025. Kebutuhan ini mencakup perawat, dokter umum, hingga dokter spesialis.
“Kami melakukan kajian secara ilmiah dan didapatkan kekurangan sekitar 185 orang untuk memenuhi pengembangan rumah sakit ke depan,” ujar dr. Nyoman saat dikonfirmasi di Jember, Rabu (4/3/2026).
Antisipasi “Eksodus” Dokter ke RS Unej
Selain faktor pengembangan layanan, rekrutmen ini menjadi langkah darurat untuk mengantisipasi berkurangnya tenaga medis akibat berdirinya Rumah Sakit Universitas Jember (RS Unej). Diproyeksikan, sekitar 30 dokter yang selama ini diperbantukan di RSD dr. Soebandi akan ditarik kembali ke internal rumah sakit kampus tersebut.
Kondisi beban kerja semakin menantang karena saat ini lima dokter umum sedang menempuh pendidikan lanjutan, sementara sejumlah dokter spesialis lainnya tengah mengambil program subspesialis.
“Pasien operasi elektif mungkin bisa ditunda, tapi kasus emergensi seperti stroke atau cedera otak harus segera ditangani. Kami butuh SDM. Jika ada tenaga baru, mereka akan dilatih dulu selama tiga bulan agar sesuai standar pelayanan kami,” tambahnya.
Pembangunan Gedung 4 Lantai Dimulai April
Secara infrastruktur, RSD dr. Soebandi sedang memacu pembangunan gedung empat lantai yang direncanakan mulai groundbreaking pada Maret atau April 2026. Gedung ini diproyeksikan rampung dan diluncurkan pada Agustus mendatang untuk layanan kelas 1, 2, 3, sekaligus pusat pendidikan spesialis.
Untuk mendanai proyek ambisius ini, pihak manajemen tengah menjajaki skema pinjaman lunak melalui PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) di bawah naungan Kementerian Keuangan.
Saat ini, kapasitas tempat tidur di rumah sakit rujukan tujuh kabupaten ini tercatat sebanyak 388 unit. Dengan jumlah penduduk Jember yang mencapai 2,7 juta jiwa, dr. Nyoman menilai penambahan hingga total 700 tempat tidur masih dalam batas ideal sebagai rumah sakit rujukan utama.
Mekanisme Rekrutmen Transparan
Terkait teknis penerimaan 185 pegawai tersebut, dr. Nyoman menegaskan masih menunggu kepastian regulasi dari pemerintah daerah dan pusat. Namun, ia berkomitmen agar proses seleksi dilakukan secara transparan dan akuntabel.
“Saya tidak ingin terlibat langsung dalam penerimaan untuk menghindari praktik ‘titipan’. Kami berencana melibatkan tenaga independen dan profesional agar seleksi berjalan objektif,” tegas pria yang dikenal sebagai spesialis Ortopedi tersebut.
Meskipun belum merinci total anggaran gaji yang dibutuhkan, dr. Nyoman optimistis pengembangan ini akan berdampak positif pada keberlanjutan rumah sakit. Baginya, penambahan SDM bukan sekadar urusan bisnis, melainkan mandat kemanusiaan untuk memberikan layanan terbaik bagi masyarakat.






