2026 Bukan Tahun Biasa, Polda Jatim Waspadai Ancaman Global hingga Konflik Sosial

Surabaya, HeadlineJatim.com – 2026 bukan tahun biasa bagi Kepolisian Daerah Jawa Timur. Di tengah tekanan ekonomi global, dinamika politik internasional, hingga eskalasi perang opini di ruang digital, jajaran kepolisian di Jawa Timur diminta menaikkan level kewaspadaan. Stabilitas daerah tak lagi cukup dijaga dengan pola konvensional.

Pesan itu ditegaskan Kapolda Jatim, Irjen Pol Drs. Nanang Avianto, M.Si, saat membuka Rapat Pimpinan (Rapim) Polda Jatim di Rupatama Mapolda Jatim, Surabaya, Senin (23/2/2026).

Read More

“Jangan pernah underestimate. Sekecil apa pun potensi gangguan, jika tidak dipetakan dengan baik bisa menjadi celah fatal,” tegas Nanang Avianto di hadapan pejabat utama dan para kapolres jajaran.

Menurutnya, 2026 diproyeksikan sebagai tahun dengan kompleksitas ancaman yang lebih luas. Bukan hanya kriminalitas konvensional, tetapi juga instabilitas yang dipicu faktor eksternal.

Irjen Pol Nanang Avianto menilai dunia tengah berada dalam fase transformasi sosial, politik, dan ekonomi yang berpotensi memicu gesekan hingga konflik. Ia menyebut konsep modern warfare kini telah melampaui batas peperangan fisik.

“Modern warfare bukan hanya perang darat, laut, dan udara. Ada perang ekonomi, drone system hingga psywar. Kita harus adaptif dan solid,” ujar Kapolda Jatim.

Istilah psywar atau perang psikologis yang disampaikan Kapolda mengacu pada ancaman non-militer seperti disinformasi, propaganda digital, hingga manipulasi opini publik yang bisa memicu instabilitas sosial di daerah.

Dalam konteks Jawa Timur sebagai salah satu provinsi dengan populasi besar dan aktivitas ekonomi tinggi, dampak dinamika global dinilai sangat mungkin beresonansi secara lokal.

Kalender Kamtibmas 2026 Diprediksi Dinamis

Selain faktor global, Kapolda Jatim juga memaparkan peta kerawanan internal sepanjang 2026. Agenda buruh dan mahasiswa diperkirakan tetap dinamis. Peringatan hari besar nasional berpotensi menghadirkan mobilisasi massa dalam jumlah besar.

Konflik antarperguruan silat di wilayah Madiun Raya juga kembali menjadi perhatian khusus.

“Deteksi dini dan pemetaan kerawanan harus diperkuat. Kita tidak boleh menunggu kejadian baru bertindak,” tegas Irjen Pol Nanang Avianto.

Ia meminta seluruh jajaran memperkuat fungsi intelijen, meningkatkan komunikasi dengan tokoh masyarakat, serta mengedepankan langkah preventif sebelum eskalasi terjadi.

Di tengah peringatan tersebut, Kapolda Jatim mengapresiasi capaian kinerja jajaran sepanjang 2025 hingga Februari 2026. Respons cepat dalam penanganan gangguan kamtibmas dan bencana disebut berhasil menjaga Jawa Timur tetap kondusif.

Pengungkapan sejumlah kasus atensi seperti judi online, narkoba, curanmor, korupsi, hingga penyelundupan juga menjadi indikator konsistensi penegakan hukum.

“Ini adalah kerja keras seluruh anggota di lapangan. Stabilitas yang terjaga harus kita pertahankan,” ujar Irjen Pol Nanang Avianto.

Tak hanya pada aspek keamanan, Polda Jatim juga disebut mendukung program strategis pemerintah, termasuk pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) dan SPPG yang berjalan tanpa komplain, serta kontribusi dalam penguatan swasembada jagung.

Selaras Arahan Kapolri dan Presiden

Dalam arahannya, Kapolda Jatim juga merujuk kebijakan Kapolri, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, terkait pengawalan Rencana Kerja Pemerintah 2026.

Ia turut mengutip pernyataan Presiden RI Prabowo Subianto yang menegaskan bahwa Polri berada di barisan terdepan dalam menyelamatkan kekayaan negara.

“Artinya, tugas kita bukan hanya menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga memastikan stabilitas untuk mendukung pembangunan nasional,” kata Kapolda Jatim.

Di sisi internal, Irjen Pol Nanang Avianto menekankan pentingnya transformasi penegakan hukum yang adaptif terhadap KUHP dan KUHAP baru. Ia meminta jajaran mengedepankan restorative justice dan pendekatan humanis.

“Tinggalkan pola represif. Jadilah pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat yang empatik,” tegasnya.

Menurutnya, profesionalisme dan empati harus berjalan beriringan agar legitimasi institusi tetap terjaga di tengah tuntutan masyarakat yang semakin kritis.

Rapim Polda Jatim 2026 pun menjadi penanda awal konsolidasi menghadapi tahun yang diproyeksikan penuh dinamika. Bagi Kapolda Jatim Irjen Pol Drs. Nanang Avianto, M.Si, kesiapsiagaan bukan sekadar pilihan strategi, melainkan keharusan untuk memastikan Jawa Timur tetap aman dan kondusif di tengah perubahan global yang bergerak cepat.

Related posts