SURABAYA, headlinejatim.com – PT PLN (Persero) memperingati Hari Listrik Nasional (HLN) ke-81 dengan mengusung tema “Menjaga Terang, Merawat Kepercayaan”. Peringatan ini menjadi momentum bagi seluruh insan PLN untuk memperkuat komitmen dalam menjaga keandalan pasokan listrik, meningkatkan kualitas pelayanan, serta membangun kepercayaan masyarakat melalui kinerja yang nyata dan berkelanjutan.
Peringatan Hari Listrik Nasional (HLN) ke-81 dilaksanakan melalui upacara yang dipusatkan di Town Hall PLN Kantor Pusat dan secara serentak diikuti oleh seluruh unit kerja PLN di Indonesia, termasuk PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur. Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat semangat pengabdian, dedikasi, dan tanggung jawab seluruh insan PLN dalam menjaga keandalan pasokan listrik serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Dalam amanatnya, Direktur Utama PLN Suroso Isnandar menyampaikan apresiasi kepada seluruh insan PLN yang terus menjalankan tugas menjaga keberlangsungan pasokan listrik bagi masyarakat. Ia menegaskan bahwa kepercayaan publik harus dijawab melalui pelayanan yang responsif, penyelesaian gangguan yang terukur, serta keterbukaan dalam menyampaikan informasi kepada pelanggan.
“Terang yang selama ini dinikmati dan dirasakan masyarakat bukan datang dengan sendirinya. Terang itu lahir dari perjuangan, kerja keras, dedikasi, bahkan pengorbanan seluruh insan PLN,” ujar beliau.
Dalam arahannya, Direktur Utama PLN menekankan tiga fokus utama untuk meningkatkan kualitas pelayanan, yakni penanganan titik rawan gangguan, penguatan kesiapan pemulihan sistem kelistrikan, serta perbaikan tindak lanjut keluhan pelanggan. PLN berkomitmen memetakan titik-titik yang berulang kali mengalami gangguan berdasarkan pemeriksaan teknis dan tingkat risiko. Upaya tersebut didukung kesiapan personel, peralatan, material, serta koordinasi ant unit agar penanganan gangguan dapat dilakukan secara efektif dan tepat sasaran.
Selain itu, PLN mendorong pengelolaan keluhan pelanggan yang lebih transparan dan akuntabel. Setiap laporan perlu ditindaklanjuti dengan kejelasan proses penanganan, penanggung jawab, serta informasi mengenai perkembangan dan estimasi waktu pemulihan apabila terjadi gangguan.
“Masyarakat berhak tahu bahwa keluhan mereka diterima dan sedang dikerjakan,” tegasnya.
PLN juga memastikan bahwa target perbaikan disusun secara realistis, memiliki penanggung jawab yang jelas, serta dievaluasi secara berkala. Dengan demikian, setiap langkah perbaikan diharapkan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas layanan kepada pelanggan.
Sejalan dengan arahan tersebut, General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur, Eric Rossi Priyo Nugroho, menegaskan bahwa peringatan HLN ke-81 menjadi momentum untuk memperkuat semangat pengabdian dan memastikan kehadiran PLN dirasakan melalui pelayanan yang semakin andal, cepat, dan berorientasi pada kebutuhan pelanggan.
“Peringatan Hari Listrik Nasional ke-81 menjadi pengingat bagi kita semua bahwa kepercayaan masyarakat merupakan amanah yang harus dijaga melalui kinerja dan pelayanan terbaik. Bagi PLN UID Jawa Timur, komitmen menjaga terang tidak hanya berarti memastikan listrik tetap menyala, tetapi juga menghadirkan pelayanan yang responsif, memberikan kepastian kepada pelanggan, serta menindaklanjuti setiap kebutuhan masyarakat dengan penuh tanggung jawab,” ujar Eric.
Beliau menambahkan, penguatan keandalan pasokan listrik membutuhkan sinergi seluruh lini organisasi, mulai dari perencanaan, pengoperasian jaringan, pemeliharaan, hingga pelayanan pelanggan. Kesiapan personel dan peralatan, kecepatan koordinasi, serta kepatuhan terhadap prosedur keselamatan menjadi faktor penting dalam memastikan pelayanan kelistrikan berjalan optimal.
“Setiap insan PLN memiliki peran penting dalam menjaga kepercayaan pelanggan. Karena itu, mari kita terus memperkuat kolaborasi, bekerja dengan integritas, dan menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama. Kinerja yang baik harus berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap pelanggan dan keselamatan seluruh petugas,” tambahnya.
Dalam amanatnya, Direktur Utama PLN juga menekankan pentingnya dukungan organisasi terhadap petugas di lapangan, khususnya yang bertugas di wilayah terpencil maupun dengan kondisi geografis dan medan yang menantang. Dukungan tersebut mencakup kecukupan personel, ketersediaan peralatan dan material, kejelasan prosedur kerja, serta penguatan koordinasi antara unit pelaksana dan kantor pusat.
Di sisi lain, proses pengambilan keputusan perlu berlangsung lebih efektif agar kebutuhan unit di lapangan dapat ditindaklanjuti secara tepat waktu. Keselamatan kerja tetap menjadi prinsip yang tidak dapat ditawar. Kecepatan pemulihan pasokan listrik harus diimbangi dengan penerapan prosedur keselamatan secara konsisten, sehingga petugas dapat menjalankan tugas secara profesional dan kembali ke rumah dengan selamat.
“Kita ingin listrik kembali menyala. Kita juga ingin setiap petugas kembali ke rumah dengan selamat,” tegas Dirut.
Untuk menjaga kepercayaan publik secara berkelanjutan, PLN terus mendorong budaya kerja yang menjunjung tinggi integritas, keterbukaan, dan akuntabilitas. Pelaporan kondisi di lapangan secara jujur menjadi landasan penting dalam mengevaluasi kinerja, mengidentifikasi kendala, dan menetapkan langkah perbaikan. “Saya lebih membutuhkan laporan yang jujur daripada laporan yang hanya terlihat bagus,” ungkapnya.
Dalam menghadapi perkembangan sektor energi, PLN juga berkomitmen menerjemahkan arah kebijakan pemerintah terkait ketahanan energi dan percepatan transisi energi bersih ke dalam perencanaan, investasi, serta pelaksanaan program yang terukur dan dapat dipertanggungjawabkan. Langkah ini dilakukan melalui kolaborasi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Danantara, kementerian dan lembaga terkait, pemerintah daerah, serta para mitra strategis.
Penguatan organisasi dan sumber daya manusia turut menjadi bagian penting dalam mempersiapkan PLN menghadapi perubahan lanskap energi. Pengalaman dan kompetensi insan PLN yang telah lama mengabdi perlu berjalan beriringan dengan inovasi serta gagasan generasi muda untuk menjawab tantangan masa depan.
Menutup amanatnya, Direktur Utama PLN mengajak seluruh insan PLN menjadikan peringatan HLN ke-81 sebagai momentum untuk memperkuat semangat pengabdian dan menghadirkan manfaat yang semakin besar bagi masyarakat. Mari menjaga terang dengan kejujuran, tanggung jawab, dan kepedulian kepada sesama.
Melalui peringatan HLN ke-81, PLN menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan keandalan pasokan listrik, memperkuat kualitas pelayanan, serta merawat kepercayaan masyarakat. Bagi PLN UID Jawa Timur, komitmen tersebut diwujudkan melalui kerja nyata, kolaborasi, dan pelayanan yang berorientasi pada kebutuhan pelanggan demi mendukung aktivitas masyarakat, pertumbuhan ekonomi, dan pembangunan daerah.






