Gresik, HeadlineJatim.com – Menyambut Hari Pers Nasional (HPN) 2026 dan HUT ke-80 PWI, organisasi profesi ini berkolaborasi dengan DPRD Gresik menggelar dialog publik yang berlangsung di Hotel Horison GKB, Kamis (22/1)
Dialog bertajuk “Smart Budgeting & Smart Revenue: Arah Baru Peningkatan PAD untuk Kemandirian Daerah” menghadirkan tokoh-tokoh penting, mulai dari Ketua PWI Jawa Timur Lutfil Hakim, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, hingga Ketua DPRD Gresik M. Syahrul Munir.
Ketua PWI Gresik, Deni Alisetiono mengungkapkan bahwa dialog ini adalah bentuk kontribusi nyata insan pers dalam memberikan solusi bagi pembangunan daerah. Menurutnya, efektivitas pembangunan tidak hanya dilihat dari angka, tapi ketepatan sasaran.
”PWI dan DPRD berkomitmen mendorong transparansi. Fokus kita adalah Smart Budgeting, memastikan setiap satu rupiah anggaran benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Deni.
Di sisi lain, Ketua PWI Jatim Lutfil Hakim menyoroti potensi raksasa Gresik sebagai kota industri. Meski memiliki hampir 1.000 perusahaan besar, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Gresik yang berada di angka Rp 1,1 triliun dinilai belum maksimal.
”Gresik jangan hanya jadi penonton. Industri pengolahan menyumbang 50 persen lebih PDRB, tapi PAD masih bergantung pada pajak konvensional. Perlu inovasi melalui penguatan BUMD dan digitalisasi agar mandiri secara fiskal,” jelas Lutfil.
Ia menambahkan Isu kemandirian daerah mendesak dilakukan, setelah adanya pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat sebesar Rp 539 miliar.
Ketua DPRD Gresik, M. Syahrul Munir mengakui hal ini menjadi tantangan berat, terutama bagi sektor infrastruktur.
”Dana pusat berkurang, maka kita harus cerdas kelola PAD. Namun kami menjamin, meski anggaran infrastruktur tertekan, urusan pelayanan dasar dan kesejahteraan warga tidak boleh dikurangi,” tegas Syahrul.
Menanggapi hal itu, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif memaparkan strategi Smart Revenue. Pemkab Gresik kini mulai fokus memperluas basis data pajak lewat digitalisasi serta membidik potensi pajak dari Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) di kawasan industri.
Tak hanya birokrat, dialog ini juga menyerap aspirasi akademisi dan pengusaha. Muncul dorongan pembentukan badan riset industri di Gresik untuk menciptakan sinergi antara dunia pendidikan dan kebutuhan tenaga kerja lokal.
PWI Gresik berharap hasil dialog ini mampu menjadi landasan kebijakan yang aplikatif bagi Pemkab Gresik untuk mewujudkan daerah yang lebih mandiri, inovatif, dan sejahtera di masa depan.






