Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) mengikuti pelatihan Basic Life Support (BLS) dan refreshment Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di area Terminal Petikemas Berlian, Surabaya. (Sumber: Humas TTL)
Surabaya, Headlinejatim.com– PT Terminal Petikemas (TPK) Berlian memperkuat komitmen keselamatan kerja dengan menggelar pelatihan Basic Life Support (BLS) dan penyegaran aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) bagi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM).
Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (20/1/2026) ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Bulan K3 Nasional 2026. Fokus utama pelatihan adalah meningkatkan kesiapsiagaan pekerja di area operasional pelabuhan yang memiliki risiko tinggi.
Terminal Head TPK Berlian, Burhanudin, menegaskan bahwa keselamatan kerja bukan sekadar formalitas atau kepatuhan terhadap aturan di atas kertas, melainkan harus menjadi budaya kerja yang mendarah daging.
“Keselamatan bukan hanya slogan, tetapi harus menjadi budaya yang melekat pada setiap individu di lingkungan TPK Berlian,” ujar Burhanudin dalam keterangannya.
Standardisasi dan Respons Darurat
Dalam pelatihan ini, para pekerja dibekali pemahaman mendalam mengenai penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) yang benar serta kebijakan keselamatan kerja terbaru.
Salah satu poin krusial yang diajarkan adalah standardisasi signal tangan Commander TKBM sesuai standar ISO OHSAS 18001. Hal ini penting untuk memandu operator alat berat saat proses bongkar muat di kapal maupun dermaga agar berjalan presisi dan aman.
Selain prosedur teknis, TPK Berlian memberikan pelatihan BLS untuk membekali pekerja dengan keterampilan pertolongan pertama pada kecelakaan.
“Kami ingin para TKBM memiliki keterampilan dasar pertolongan pertama. Tujuannya agar saat situasi darurat terjadi, respons awal bisa dilakukan secara efektif sebelum bantuan medis tiba,” tambah Burhanudin.
Lima Prinsip Utama Keselamatan
Sebagai bagian dari penguatan budaya keamanan, perusahaan turut memperkenalkan Corporate Life Saving Rules (CLSR). Terdapat lima prinsip utama yang ditekankan kepada pekerja:
- Identifikasi bahaya dan risiko.
- Kepatuhan terhadap standar dan prosedur kerja.
- Penggunaan APD yang konsisten.
- Kompetensi sarana dan prasarana.
- Menjadikan K3 sebagai prioritas utama.
Burhanudin berharap, sinergi antara manajemen dan pekerja lapangan dapat menekan risiko kecelakaan kerja hingga ke titik terendah.
“Penerapan budaya K3 harus dilakukan bersama-sama untuk meminimalisir risiko kerja dan mencapai target Zero Accident,” pungkasnya.
Melalui edukasi berkelanjutan ini, TPK Berlian optimis operasional terminal akan berjalan lebih aman, produktivitas terjaga, dan setiap pekerja dapat pulang ke rumah dengan selamat setiap harinya.






