Gresik, HeadlineJatim.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik memperkuat komitmen dalam pemerataan infrastruktur hingga ke tingkat akar rumput. Mulai tahun 2026, fokus pembangunan daerah akan diprioritaskan pada peningkatan kualitas Jalan Poros Desa (JPD) di seluruh wilayah Kabupaten Gresik.
Berdasarkan data rekapitulasi kebutuhan infrastruktur, Pemkab Gresik memproyeksikan total anggaran jalan poros desa sebesar Rp2,83 triliun hingga tahun 2029. Untuk mencapai target tersebut, pemerintah daerah berencana mengalokasikan sekitar Rp250 miliar secara konsisten setiap tahunnya.
Langkah strategis ini merupakan tindak lanjut dari evaluasi menyeluruh yang dilakukan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Gresik guna mempercepat akselerasi perbaikan akses transportasi masyarakat.
Wakil Bupati Gresik, Asluchul Alif, menegaskan bahwa kebijakan ini adalah respons langsung terhadap aspirasi masyarakat di berbagai kecamatan, baik di wilayah daratan maupun kepulauan. Ia menyebut konektivitas antar-desa sebagai urat nadi ekonomi daerah.
“Upaya peningkatan kemantapan jalan dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan. Keberhasilan perbaikan jalan tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan harus menyeluruh agar manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Asluchul Alif, Jumat (16/1/2026).
Pada tahun anggaran 2026, program prioritas akan menyasar pelebaran JPD di ruas-ruas strategis. Fokus utama mencakup jalur penghubung antar-desa, akses distribusi hasil tani dan industri, serta jalur menuju fasilitas publik seperti sekolah dan rumah sakit.
Selain konstruksi baru berupa beton dan aspal, Pemkab Gresik tetap memprioritaskan pemeliharaan berkala. Sebagai catatan, sepanjang tahun 2025, Dinas PUTR Gresik telah menuntaskan perbaikan jalan sepanjang 22,257 kilometer yang tersebar di 37 titik lokasi.
Dalam implementasinya, Wabup Alif mendorong kolaborasi erat antara Dinas PUTR dengan para camat sebagai garda terdepan.
“Insight dari para camat sangat krusial karena mereka yang paling memahami kondisi kerusakan jalan di wilayah masing-masing. Ini agar perbaikan tepat sasaran,” tambahnya.






