GRESIK, headlinejatim.com — Kesiapan pasokan pupuk bersubsidi terus diperkuat guna mengawal produktivitas sektor pertanian nasional menyambut musim tanam periode Oktober 2026 hingga Maret 2027.
Produsen pupuk, PT Petrokimia Gresik, mencatatkan total produksi pupuk dan nonpupuk sebesar 6,59 juta ton hingga September 2026. Dari total angka tersebut, lebih dari 4 juta ton di antaranya merupakan produk pupuk yang difokuskan untuk menunjang kebutuhan dan produktivitas petani di seluruh Indonesia.
Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, menjelaskan bahwa pencapaian ini merupakan bentuk tanggung jawab perusahaan dalam mendukung dua sektor strategis nasional, yakni pertanian dan industri.
“Di sektor pertanian, kami berperan menyediakan pupuk untuk menunjang produktivitas petani. Sementara melalui produksi bahan kimia dasar dan nonpupuk, kami turut mendukung keberlangsungan berbagai aktivitas industri nasional,” ujar Daconi di Gresik, Selasa (27/10/2026).
Peningkatan keandalan operasional pabrik juga diperkuat melalui inovasi internal, salah satunya penerapan GIO FILTER 1B pada Pabrik Amoniak 1B. Inovasi tersebut berhasil menekan kehilangan potensi produksi (loss product) amoniak menjadi nol, sekaligus menggenjot produksi harian hingga 2.000 ton dan menghasilkan efisiensi biaya mencapai Rp9,5 miliar.
Menjelang puncak musim tanam, Petrokimia Gresik terus berkoordinasi dengan Pupuk Indonesia Grup untuk memastikan keselarasan antara kapasitas produksi, ketersediaan stok gudang, hingga proses penyaluran di lapangan agar pupuk bersubsidi terdistribusi sesuai alokasi dan ketentuan pemerintah.






