BANGKALAN, HeadlineJatim.com –
BANGKALAN — Anggota Komisi XI DPR RI, Eric Hermawan, menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan sekadar pemenuhan nutrisi, melainkan investasi jangka panjang untuk mencetak generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Hal itu disampaikannya saat menghadiri sosialisasi program MBG bersama mitra kerja Badan Gizi Nasional (BGN) di Aula Yayasan Nurul Islam Qolbun Salim, Desa Blega, Kecamatan Blega, Bangkalan, Sabtu (4/4/2026).
Di hadapan ratusan peserta, Eric menyatakan komitmen penuh Presiden Prabowo Subianto terhadap keberlanjutan program ini demi mendongkrak kualitas sumber daya manusia (SDM) di daerah.
“MBG itu adalah investasi masa depan. Tidak ada pengurangan anggaran untuk program ini. Pak Presiden berkali-kali menegaskan program ini tidak boleh dikurangi dan harus tetap jalan apa pun yang terjadi,” ujar Eric.
Pacu Prestasi Siswa dan Ekonomi Daerah
Eric menjelaskan bahwa fokus utama pemerintah saat ini adalah memanfaatkan bonus demografi secara maksimal. Oleh karena itu, asupan gizi seimbang bagi anak sekolah, ibu hamil, menyusui, dan balita menjadi sangat krusial.
”Penting meningkatkan konsentrasi dan prestasi belajar siswa melalui makan bergizi yang baik dan gratis,” tambahnya.
Namun, legislator tersebut juga memberikan catatan penting kepada para pengelola program di tingkat lokal. Ia berharap pelaksanaan MBG di Bangkalan dapat menghidupkan rantai pasok pangan dan memutar roda ekonomi masyarakat sekitar.
“Harapan kami dengan adanya MBG ini bisa mendorong ekonomi lokal. Tapi pengelola harus tetap menjaga kualitas. Jangan mengambil keuntungan berlebihan, pastikan anak-anak mendapatkan asupan yang baik seperti telur, susu, dan ayam,” tegas Eric.
Untuk diketahui, program MBG ini menyasar penurunan angka stunting sekaligus meringankan beban ekonomi keluarga. Hebatnya lagi, program ini diintegrasikan ke dalam Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.
Melalui integrasi tersebut, anak-anak tidak hanya sekadar diberi makan, tetapi juga dididik untuk mempraktikkan nilai disiplin, tanggung jawab, budaya antre, serta perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).
Sosialisasi ini turut dihadiri oleh Sekretaris Yayasan Nurul Islam Qolbun Salim Moh. Amir, serta perwakilan KPPG Surabaya Ainun Ma’rifah. Melalui giat edukasi ini, masyarakat diharapkan paham dan ikut mengawal jalannya program demi melahirkan generasi yang cerdas dan berdaya saing global.






