Kapolsek Taman Sidoarjo, Kompol Kanisus Franata mengganti helm pengendara motor yang sudah tidak layak pakai.(Istimewa)
Sidoarjo, HeadlineJatim.com– Menjaga keselamatan pengendara sekaligus berbagi kebaikan di bulan suci Ramadan, Polsek Taman Polresta Sidoarjo menggelar aksi simpatik di kawasan pertigaan Geluran, Kecamatan Taman, Sidoarjo, Minggu (08/03/2026).
Bekerja sama dengan RS Anwar Medika Balongbendo, petugas kepolisian memberhentikan pengendara sepeda motor secara humanis. Bukannya memberikan tilang, petugas justru mengecek kelayakan helm yang dikenakan warga.
Pengendara yang kedapatan memakai helm retak, rusak, atau tidak memenuhi standar, langsung mendapatkan helm baru berlabel Standar Nasional Indonesia (SNI) secara gratis.
Kapolsek Taman, Kompol Kanisius Franata, menegaskan bahwa helm adalah pelindung kepala yang sangat krusial untuk meminimalisir risiko cedera fatal saat terjadi kecelakaan lalu lintas.
“Helm keselamatan merupakan perlengkapan pelindung diri yang sangat penting. Hari ini, kami bersama RS Anwar Medika berkesempatan berbagi sekaligus mengganti helm pengendara yang sudah kurang layak agar mereka lebih aman di jalan,” ujar Kompol Kanisius di lokasi kegiatan.
Momentum Berbagi di Bulan Puasa
Selain sebagai upaya edukasi tertib lalu lintas, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai sarana berbagi kepada sesama di tengah suasana Ramadan. Pihak RS Anwar Medika Balongbendo menyebut aksi ini merupakan bentuk kepedulian nyata pihak rumah sakit terhadap kesehatan dan keselamatan publik.
“Kami menukar helm pengendara yang dirasa sudah tidak layak. Harapan kami, kegiatan ini menjadi berkah, apalagi momennya bertepatan dengan bulan puasa,” ungkap perwakilan RS Anwar Medika.
Aksi ini disambut positif oleh para pengguna jalan. Banyak pengendara yang awalnya mengira ada razia rutin, justru merasa lega dan berterima kasih setelah mendapatkan perlindungan kepala yang baru.
Pihak kepolisian mengimbau agar masyarakat tidak hanya memakai helm karena takut ditilang, melainkan sadar akan pentingnya fungsi helm untuk keselamatan nyawa sendiri. Melalui langkah preventif dan humanis ini, diharapkan angka kecelakaan fatal di wilayah hukum Sidoarjo dapat terus ditekan.






