Surabaya Targetkan PSEL Kedua di Sumberejo, Tuntaskan 800 Ton Sampah Harian

Surabaya, Headlinejatim.com– Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya resmi mengusulkan pembangunan fasilitas kedua Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) guna menuntaskan persoalan 800 ton sampah harian yang belum terolah. Langkah strategis ini diambil menyusul tingginya produksi sampah kota yang kini menyentuh angka 1.800 ton per hari.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya, Dedik Irianto, mengungkapkan bahwa rencana ini telah mendapat lampu hijau dari pemerintah pusat. Pembangunan fasilitas baru ini direncanakan berlokasi di kawasan Sumberejo dengan kapasitas pengolahan mencapai 1.000 ton per hari.

Read More

“Saat ini, fasilitas di TPA Benowo baru mampu mengolah sekitar 1.000 ton sampah per hari menjadi energi listrik. Mengingat total produksi sampah kita 1.800 ton, masih ada sisa 800 ton yang perlu ditangani. Karena itu, kami mengusulkan penambahan fasilitas waste to energy,” ujar Dedik, Minggu (8/3/2026).

Berbeda dengan proyek sebelumnya, pembangunan PSEL kedua ini didorong oleh terbitnya Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 tentang Percepatan Pengolahan Sampah Menjadi Energi.

Seluruh pembiayaan proyek direncanakan bersumber dari Anggaran Pemerintah Pusat melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara). Skema ini dinilai sangat menguntungkan bagi daerah karena Pemkot Surabaya tidak perlu menanggung biaya konstruksi maupun biaya layanan pengolahan sampah (tipping fee).

Dukungan Kementerian Lingkungan Hidup

Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, dalam tinjauannya ke Surabaya memberikan apresiasi atas keberhasilan pengelolaan sampah di TPA Benowo yang telah beroperasi penuh sejak 2021. Menurutnya, Surabaya adalah role model nasional dalam teknologi waste to energy.

“Pengelolaan sampah di Surabaya sudah menunjukkan kemajuan signifikan. Pembangunan fasilitas kedua di Sumberejo sangat penting agar sistem pengolahan sampah kota menjadi terintegrasi dan tuntas 100 persen,” kata Hanif.

Target Operasional Akhir 2027

Jika proses lelang dapat diselesaikan pada tahun ini, konstruksi fisik fasilitas PSEL Sumberejo diperkirakan memakan waktu sekitar dua tahun. Pemerintah menargetkan fasilitas ini sudah bisa beroperasi penuh pada akhir 2027 untuk memperkuat ketahanan energi hijau sekaligus menjaga kebersihan lingkungan di Kota Pahlawan.

Sebagai informasi, Surabaya menjadi salah satu pionir di Indonesia dalam menerapkan teknologi pembakaran sampah menjadi listrik. Dengan adanya dua fasilitas PSEL nantinya, Surabaya diproyeksikan menjadi kota besar pertama di Indonesia yang mampu mengolah seluruh timbulan sampahnya secara mandiri dan bernilai guna.

Related posts