Surabaya, HeadlineJatim.com – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi di wilayah perairan Jawa Timur yang berlaku mulai 9 Maret 2026 pukul 07.00 WIB hingga 12 Maret 2026 pukul 07.00 WIB.
Dalam periode tersebut, tinggi gelombang laut diperkirakan mencapai 1,25 hingga 2,5 meter, yang berpotensi membahayakan aktivitas pelayaran, terutama bagi perahu nelayan, kapal kecil, hingga kapal tongkang.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo, Taufiq Hermawan, mengingatkan nelayan dan operator kapal agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca laut dalam beberapa hari ke depan.
“Potensi peningkatan tinggi gelombang ini perlu diwaspadai oleh nelayan maupun operator kapal kecil. Kami mengimbau agar tidak memaksakan melaut apabila kondisi cuaca dan gelombang tidak aman,” ujar Taufiq dalam keterangannya, Minggu (8/3/2026).
BMKG mencatat sejumlah wilayah perairan di Jawa Timur yang berpotensi mengalami gelombang 1,25 hingga 2,5 meter, antara lain:
- Perairan Masalembu
- Perairan Pacitan
- Perairan Trenggalek
- Perairan Banyuwangi
- Perairan Blitar
- Perairan Tulungagung
- Perairan Malang
- Perairan Lumajang
- Perairan Jember
Menurut analisis BMKG, kondisi ini dipicu oleh keberadaan bibit siklon tropis 93S serta daerah konvergensi di Pulau Jawa yang mendukung pertumbuhan awan hujan di wilayah perairan.
Selain itu, arah angin di wilayah perairan Jawa Timur umumnya bertiup dari barat hingga barat laut dengan kecepatan sekitar 5–15 knot, yang turut memengaruhi peningkatan tinggi gelombang laut.
BMKG juga mengingatkan adanya potensi risiko terhadap keselamatan pelayaran. Perahu nelayan berisiko apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dengan tinggi gelombang sekitar 1,25 meter, sementara kapal tongkang berisiko saat angin mencapai 16 knot dengan tinggi gelombang sekitar 1,5 meter.
Karena itu, BMKG mengimbau masyarakat pesisir, nelayan, dan operator transportasi laut untuk memantau perkembangan informasi cuaca terbaru melalui kanal resmi BMKG guna mengantisipasi potensi dampak cuaca laut selama periode peringatan dini tersebut.






