Sidoarjo, HeadlineJatim.com – Momentum bulan suci Ramadan 2026 menjadi berkah tersendiri bagi ratusan penghuni penjara di Sidoarjo. Lapas Kelas I Surabaya secara khusus memfasilitasi kegiatan buka puasa bersama di Lapas antara warga binaan dan keluarga tercinta, Kamis (5/3/2026).
Program kunjungan khusus ini menjadi obat rindu bagi para warga binaan yang ingin merasakan kehangatan suasana rumah di bulan suci.
Jadwal Kunjungan Khusus Ramadan Lapas Surabaya
Kegiatan buka puasa bersama keluarga ini tidak hanya digelar sekali. Pihak Lapas telah menjadwalkan dua sesi kunjungan khusus, yaitu:
- Sesi Pertama: Kamis, 5 Maret 2026.
- Sesi Kedua: Jumat, 13 Maret 2026.
Kegiatan berlangsung mulai pukul 15.00 WIB hingga 18.30 WIB. Pada pelaksanaan hari pertama, tercatat sebanyak 107 warga binaan mendapatkan kesempatan berharga ini. Antusiasme pengunjung terlihat sangat tinggi, di mana keluarga sudah mulai memadati area pendaftaran sejak siang hari untuk menghindari antrean panjang.
Toleransi Beragama di Tengah Kebersamaan
Sambil menunggu waktu berbuka, suasana di dalam Lapas terasa sejuk dengan iringan musik religi. Menariknya, penampilan musik tersebut dibawakan oleh grup musik dari Gereja Anugerah Lapas Kelas I Surabaya.
Hal ini menjadi potret nyata kuatnya nilai toleransi dan kebersamaan antarumat beragama di lingkungan pemasyarakatan. Para pengunjung pun tampak terhibur sambil bercengkerama dengan anggota keluarga mereka yang sedang menjalani masa pidana.
Momen Haru Buka Puasa Bersama Keluarga
Begitu azan Magrib berkumandang, suasana berubah menjadi haru. Di area kunjungan, para warga binaan dan keluarga tampak menikmati hidangan berbuka yang dibawa dari rumah sambil melepas rindu.
”Saya sangat senang bisa buka puasa bersama keluarga di Lapas ini. Ini pertama kalinya kami merasakan momen seperti ini selama saya berada di sini,” ungkap salah satu warga binaan dengan nada emosional.
Kepala Lapas Kelas I Surabaya, Sohibur Rachman menyatakan bahwa program ini merupakan bagian dari pembinaan kepribadian bagi warga binaan. Menurutnya, hubungan emosional yang terjaga dengan keluarga akan mempermudah proses reintegrasi sosial di masa depan.
”Dukungan keluarga adalah elemen kunci. Kami ingin mereka tetap merasa memiliki ikatan dengan dunia luar, sehingga saat bebas nanti, mereka memiliki motivasi kuat untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” pungkasnya.






