Jakarta, HeadlineJatim.com – PT PLN Nusantara Power (PLN NP) memperkuat posisinya dalam peta transisi energi nasional melalui perluasan sinergi dengan PT Geo Dipa Energi. Kolaborasi strategis ini difokuskan pada optimalisasi aset panas bumi melalui program retrofit serta pengembangan inisiatif green hydrogen (hidrogen hijau) di berbagai wilayah kerja potensial Indonesia.
Langkah ini resmi dikukuhkan melalui penandatanganan Joint Development Study Agreement (JDSA) di Jakarta, Rabu (4/3/2026). Kerja sama ini menjadi bagian dari strategi besar dekarbonisasi sektor ketenagalistrikan guna mendukung target Net Zero Emissions (NZE) 2060.
Optimalisasi PLTP Dieng 1 dan Ekspansi Teknologi
Fokus utama dari JDSA ini adalah studi bersama untuk melakukan retrofit pada PLTP Dieng 1. Langkah retrofit diharapkan mampu meningkatkan keandalan, efisiensi, serta capacity factor pembangkit panas bumi yang sudah ada agar beroperasi lebih optimal.
Direktur Utama PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah, menegaskan bahwa kolaborasi ini tidak hanya mengejar perbaikan kinerja operasional, tetapi juga menjadi pintu masuk bagi adopsi teknologi baru.
“Penandatanganan JDSA ini adalah wujud nyata komitmen PLN NP dalam menghadirkan peningkatan kinerja operasional melalui kolaborasi strategis. Kami membuka ruang sinergi untuk pengembangan panas bumi yang lebih masif serta penjajakan bisnis green hydrogen berbasis geothermal,” ujar Ruly.
Panas Bumi Sebagai Bahan Baku Hidrogen Hijau
Indonesia saat ini memiliki potensi panas bumi raksasa mencapai 23–24 Gigawatt (GW). Namun, realisasi pemanfaatannya hingga 2024 masih di bawah separuh dari total potensi tersebut. Melalui kerja sama ini, panas bumi tidak hanya akan diubah menjadi listrik, tetapi juga dikaji sebagai sumber energi untuk produksi hidrogen hijau.
Hingga saat ini, PLN telah membangun puluhan Green Hydrogen Plant (GHP) di berbagai pembangkit EBT dengan kapasitas produksi mencapai ratusan ton per tahun. Hidrogen hijau ini diproyeksikan untuk kebutuhan operasional pembangkit hingga penyediaan di Hydrogen Refueling Station (HRS) untuk transportasi masa depan.
Rekam Jejak Sinergi Berkelanjutan
Kolaborasi antara PLN NP dan Geo Dipa Energi bukanlah hal baru. Dalam tiga tahun terakhir, kedua perusahaan telah menjalin lebih dari delapan kontrak kerja sama, termasuk kontrak operasi dan pemeliharaan (O&M) pada periode 2023–2024.
Dengan target pemerintah untuk mencapai bauran energi baru terbarukan sebesar 23%, sinergi teknis seperti retrofit dan inovasi hidrogen menjadi krusial. Langkah ini memastikan bahwa aset energi bersih yang ada tidak hanya bertahan, tetapi terus berkembang mengikuti dinamika teknologi global.






