Aktivitas pemotongan daging di RPH Surabaya.(Istimewa)
Surabaya, HeadlineJatim.com–Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Surabaya melakukan langkah nyata untuk menjaga daya beli masyarakat menjelang Idulfitri. Melalui program Pasar Murah Ramadan yang digelar pada Selasa (4/3/2026), RPH Surabaya resmi “mengobral” stok daging iga sapi berkualitas dengan harga jauh di bawah rata-rata pasar.
Langkah intervensi ini dilakukan di tengah tren lonjakan harga pangan yang biasanya mencekik warga berpenghasilan rendah saat memasuki bulan suci. Bekerja sama dengan Pemerintah Kota Surabaya dan distributor lokal, program ini menjadi oase bagi warga di tengah fluktuasi harga daging nasional.
Serbu Stok 2 Ton Iga Murah
Dalam operasi pasar kali ini, RPH Surabaya menyiapkan sedikitnya 2 ton daging iga sapi. Harga yang dipatok sangat kompetitif, yakni Rp85.000 per kilogram. Angka ini terpaut jauh dari harga normal di pasar tradisional yang saat ini menyentuh kisaran Rp110.000 hingga Rp120.000 per kilogram.
Antusiasme warga terlihat sejak gerai dibuka pada pukul 08.00 WIB. Untuk memastikan distribusi yang merata dan mencegah aksi borong oleh tengkulak, petugas membatasi pembelian maksimal dua kilogram per orang. Hingga menjelang siang, laporan dari lapangan menunjukkan stok daging hampir ludes diserbu pembeli.
Direktur Utama RPH Surabaya, Fajar Arifianto menegaskan bahwa agenda ini adalah bagian dari strategi stabilisasi pasokan.
“Kami menambah suplai langsung ke titik pasar dan memotong margin distribusi yang panjang. Tujuannya satu: agar masyarakat bisa menikmati daging berkualitas dengan harga terjangkau selama Ramadan,” ujarnya di lokasi kegiatan.
Strategi Tekan Inflasi Tahunan
Fenomena kenaikan harga daging menjelang Lebaran memang menjadi tantangan klasik. Data Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat bahwa secara historis, harga daging sapi cenderung merangkak naik antara 5 hingga 10 persen akibat lonjakan permintaan yang ekstrem.
Pemkot Surabaya sendiri telah konsisten menjalankan skema serupa sejak 2023 dan 2024. Tahun ini, operasi pasar murah direncanakan akan menyisir lima kecamatan secara bergiliran hingga akhir bulan puasa. Pada tahun-tahun sebelumnya, RPH Surabaya bahkan tercatat mampu mendistribusikan hingga lebih dari 10 ton daging bersubsidi dalam satu musim Ramadan.
Kebijakan ini selaras dengan instruksi pemerintah pusat yang mewajibkan pemerintah daerah melakukan intervensi pasar secara aktif. Melalui operasional RPH sebagai BUMD, Surabaya berupaya mengendalikan inflasi pangan di tingkat kota agar tetap stabil hingga hari kemenangan tiba.






