Ilustrasi oleh tim grafis HeadlineJatim.com
Gresik, HeadlineJatim.com — Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Gresik tengah tancap gas memperkuat ekosistem Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar mampu menembus pasar nasional. Lewat skema pendampingan berkelanjutan dan standarisasi ketat, produk lokal Gresik kini dipersiapkan untuk naik kelas hingga merambah pasar ekspor.
Upaya nyata ini terlihat dalam pameran produk UMKM yang digelar di salah satu pusat perbelanjaan terbesar di Gresik hingga 13 Februari mendatang. Sebanyak 37 pelaku usaha terpilih dilibatkan dalam ajang ini sebagai tahap uji pasar (test market) sebelum melangkah ke skala ekonomi yang lebih besar.
Ketua Kadin Kabupaten Gresik, Mochamad Choirul Rizal, mengungkapkan bahwa kendala utama pelaku UMKM bukan pada proses produksi, melainkan pada konsistensi kualitas dan pemenuhan standar pasar.
“Kurasi bertujuan memfilter dan mengembangkan potensi produk agar siap memenuhi standar pasar yang lebih luas. Kami ingin memastikan saat produk masuk ke ritel modern atau pasar luar negeri, kualitasnya tetap terjaga secara konsisten,” ujar Rizal saat meninjau lokasi pameran, Kamis (12/2/2026).
Sebagai langkah konkret, Kadin Gresik tengah menyiapkan “Pudak Gallery” sebagai pusat kurasi permanen. Inovasi ini mengadopsi keberhasilan pengembangan UMKM di Kediri yang dinilai sukses membawa produk lokal naik kelas melalui evaluasi produk yang sistematis dan terukur.
Inisiatif ini mendapat apresiasi penuh dari Pemerintah Kabupaten Gresik. Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Gresik, Darmawan, menyebut kolaborasi ini sebagai langkah vital di tengah persaingan global yang kian kompetitif.
“Apa yang digagas Kadin sangat positif. UMKM yang tidak melakukan pembaruan atau inovasi akan tertinggal. Ke depan, kehadiran rumah kurasi akan menjadi solusi nyata bagi pelaku usaha yang ingin naik kelas,” tegas Darmawan.
Di sisi lain, Ketua Pelaksana pameran, Hartini, menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang jual-beli musiman. Pameran ini dirancang sebagai jembatan kolaborasi yang mempertemukan UMKM dengan perusahaan BUMN serta sektor swasta.
“Tujuannya adalah membuka akses permodalan dan memperluas jaringan distribusi. Dengan pendampingan yang tidak terputus, produk unggulan Gresik—dari kuliner hingga kerajinan—diharapkan menjadi pemain kunci dalam rantai pasok ekonomi nasional,” pungkas Hartini.






