SURABAYA, HeadlineJatim.com– Industri Kecil Menengah (IKM) Kota Surabaya mencatatkan prestasi gemilang di kancah internasional. Nilai ekspor produk lokal Surabaya berhasil menembus angka USD 2,7 juta (sekitar Rp43 miliar), melonjak tajam dari target awal yang ditetapkan sebesar USD 1 juta.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, memimpin langsung prosesi pelepasan ekspor tersebut dalam rangkaian Surabaya Industrial & Labour Festival 2026 di Grand City Convention Hall, Rabu (8/4/2026). Produk-produk unggulan ini diberangkatkan menuju enam negara tujuan utama: Pakistan, Oman, Amerika Serikat, Hong Kong, Singapura, dan Brunei Darussalam.
Eri Cahyadi menegaskan bahwa pencapaian ini adalah bukti konkret bahwa kualitas produk UMKM dan IKM Surabaya telah memenuhi standar dunia.
”Total ekspor hari ini mencapai USD 2,7 juta. Ini jauh melampaui target kita. Hal ini membuktikan bahwa industri Surabaya sangat kompetitif dan mampu berbicara banyak di pasar global,” ujar Eri dengan bangga.
Produk Unggulan dan Penandatanganan LoI
Sebelum kontainer diberangkatkan, dilakukan penandatanganan Letter of Intent (LoI) antara pelaku usaha lokal dengan para pembeli (buyer) mancanegara. Ragam produk yang diminati pasar dunia meliputi:
- Furnitur dan dekorasi rumah.
- Fesyen dan alas kaki.
- Produk olahan pangan (salah satunya rendang siap saji).
Menurut Eri, keberhasilan ini adalah hasil dari program pendampingan sistematis. Dari 80 pelaku IKM yang mengikuti pembinaan intensif, sebanyak 36 di antaranya berhasil “naik kelas” dan lolos kurasi ekspor yang ketat.
Senada dengan Wali Kota, Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Surabaya, Hebi Djuniantoro, menjelaskan bahwa keberhasilan ekspor ini memiliki efek domino terhadap ekonomi kerakyatan.
”Kami melakukan coaching clinic mendalam. Fokus kami bukan hanya angka, tapi bagaimana kapasitas produksi yang meningkat ini bisa menyerap lebih banyak tenaga kerja lokal,” jelas Hebi.
Untuk memperkuat ekosistem ini, Pemkot Surabaya kedepannya akan menggandeng Kamar Dagang dan Industri (Kadin) guna melatih pengusaha muda agar tidak lagi menganggap ekspor sebagai prosedur yang rumit.
Kolaborasi Industri dan Tenaga Kerja
Ajang ini juga mendapat dukungan dari Performa Event Expertindo. CEO Performa Optima Group, Stefanus Sugenhg Irawan, menyebut festival ini sebagai platform inklusif yang mempertemukan inovasi industri dengan kesiapan tenaga kerja.
”Festival ini adalah ruang kolaborasi untuk mendorong industri yang adaptif, sekaligus memastikan tenaga kerja lokal kita kompetitif di tengah pertumbuhan ekonomi Surabaya yang kian pesat,” pungkasnya.
Dengan capaian ini, Surabaya semakin mengukuhkan posisinya bukan sekadar kota jasa, melainkan pusat industri kreatif yang menjadi motor penggerak ekonomi nasional di pasar global.






