ITS Buka Jalur Inggris, Double Degree UWE Bristol Jadi Tiket Mahasiswa Tembus Pasar Global

SURABAYA, HeadlineJatim.com — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) tak lagi sekadar memperluas kerja sama kampus, tetapi mulai membuka jalur konkret menuju pasar global.

Melalui Departemen Manajemen Bisnis (MB), Fakultas Desain Kreatif dan Bisnis Digital (FDKBD), ITS resmi meluncurkan program International Undergraduate Program (IUP) Double Degree (DD) bersama University of the West of England Bristol (UWE Bristol), Inggris Raya.

Read More

Program ini menjadi langkah strategis ITS dalam mendorong mahasiswa tidak hanya berdaya saing nasional, tetapi juga siap masuk ke ekosistem industri internasional.

Wakil Dekan FDKBD ITS Muhammad Saiful Hakim menegaskan, kerja sama ini menandai lompatan penting bagi Departemen MB ITS. Untuk pertama kalinya, jumlah mitra double degree mencapai sepuluh institusi global.

“Tak hanya itu, UWE Bristol juga menjadi mitra pertama kami yang berasal dari Inggris,” ujarnya.

Wakil Dekan FDKBD ITS Muhammad Saiful Hakim.

Masuknya kampus Inggris dalam jaringan ITS dinilai bukan sekadar ekspansi, tetapi simbol pengakuan kualitas akademik. Kepala Departemen MB ITS Berto Mulia Wibawa menegaskan bahwa program ini menjadi validasi bahwa kurikulum ITS telah setara dengan standar internasional.

“Hal ini adalah bukti bahwa kurikulum kami memenuhi standar global dan setara dengan institusi internasional seperti UWE Bristol,” tegasnya.

Tak berhenti di level mahasiswa, kerja sama ini juga membuka jalur strategis bagi dosen. Kolaborasi riset lintas negara hingga pengembangan program akademik bersama menjadi target lanjutan yang disiapkan ITS.

“Kami melihat kerja sama ini sebagai titik awal untuk memperkuat kolaborasi di tingkat global,” tambah alumnus Monash University tersebut.

Dari sisi mitra, UWE Bristol melihat kerja sama ini sebagai kolaborasi yang berbasis kebutuhan industri, bukan sekadar akademik. Head of International Recruitment and Student Recruitment Asia Pacific Region UWE Bristol Kevin Dunn menyebut Surabaya dan Bristol memiliki irisan kuat di sektor manufaktur, aerospace, hingga teknologi pertahanan.

“Kesamaan potensi ini membuat kerja sama antara ITS dan UWE menjadi relevan,” ungkapnya secara daring.

Lebih jauh, Kevin menilai nilai utama program ini ada pada pengalaman global yang didapat mahasiswa. Selain menempuh studi di dua negara, mahasiswa juga akan masuk dalam jejaring internasional yang luas.

“Hal ini diperkuat dengan adanya komunitas mahasiswa internasional UWE Bristol dari 170 negara,” imbuhnya.

Berbeda dari program double degree pada umumnya, skema IUP DD ITS–UWE Bristol menawarkan fleksibilitas konsentrasi. Mahasiswa dapat memilih lima bidang sekaligus menyesuaikan dengan kebutuhan industri global, yakni Business Management, Business Management with Marketing, International Business Management, Business Management with Accounting and Finance, serta Business and Human Resource Management.

Dengan langkah ini, ITS tidak hanya memperluas jejaring internasional, tetapi juga mulai memposisikan diri sebagai pemasok talenta global. Upaya tersebut sejalan dengan target Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pendidikan berkualitas dan penguatan kemitraan global, namun dengan pendekatan yang lebih konkret, menghubungkan kampus langsung ke peta industri dunia.

Related posts