Dua Lansia di Banyuwangi Hilang Misterius, Tim SAR Gabungan Sisir Area Perkebunan Kalibaru dan Kabat

Tim SAR saat melakukan briefing.(Istimewa)

BANYUWANGI, HeadlineJatim.com– Upaya pencarian besar-besaran tengah dilakukan tim SAR gabungan di dua titik berbeda di Kabupaten Banyuwangi. Dua orang lanjut usia (lansia) dilaporkan hilang misterius setelah berpamitan pergi ke area perkebunan dan hingga kini belum kembali ke rumah.

Read More

Peristiwa pertama menimpa Buyadi (65), warga Desa Kalibarumanis, Kecamatan Kalibaru. Sementara kejadian kedua dialami oleh Sitinah (78), warga Desa Macanputih, Kecamatan Kabat.

Pencarian di Kalibaru, Menyisir Perkebunan Luas

Buyadi dilaporkan hilang sejak Sabtu (4/4/2026). Ia terakhir terlihat meninggalkan rumah pada pagi hari, namun tak kunjung pulang hingga malam tiba. Agen Informasi Bencana BPBD Banyuwangi, Ismanto, mengonfirmasi bahwa penyisiran kini difokuskan pada jalur-jalur yang biasa dilalui korban.

“Kami menyisir area sekitar rumah korban, termasuk perkebunan dan jalur hutan. Medan yang luas dan vegetasi kebun menjadi tantangan ekstra bagi tim di lapangan,” ujar Ismanto, Rabu (8/4/2026).

Kepala Desa Kalibarumanis, Andrian Bayu Donata, menambahkan bahwa koordinasi lintas instansi antara BPBD, TNI, Polri, dan warga setempat terus diperkuat agar radius pencarian bisa diperluas.

Operasi SAR di Kabat,  Lansia Hilang di Kebun Kelapa

Hampir bersamaan, operasi pencarian juga berlangsung di Desa Tambong, Kecamatan Kabat. Sitinah (78) dilaporkan belum kembali sejak Senin (6/4/2026) siang setelah berpamitan menuju kebun kelapa di wilayah setempat.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banyuwangi, I Made Oka Astawa, menyatakan telah mengerahkan tim rescue dengan peralatan lengkap sejak Rabu pagi pukul 06.00 WIB.

“Tim sudah kami kerahkan untuk menyisir area yang dianggap berpotensi. Kami juga melengkapi personel dengan peralatan jungle rescue dan mountaineering karena medan yang cukup sulit dan rapat,” tegas Oka.

Sinergi dan Imbauan Masyarakat

Kedua operasi pencarian ini melibatkan ratusan personel gabungan, mulai dari Basarnas, BPBD, TNI-Polri, hingga relawan dan masyarakat sekitar. Sinergi ini diharapkan mampu mempercepat penemuan kedua korban di tengah kondisi cuaca yang dilaporkan cukup cerah dan mendukung.

Pihak otoritas mengimbau kepada masyarakat yang melihat orang dengan ciri-ciri tersebut atau memiliki informasi sekecil apa pun untuk segera melapor ke petugas terdekat.

“Dukungan informasi dari warga sangat krusial. Kami berharap kedua korban dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat,” tutup Oka Astawa.

Related posts