Jember, Headlinejatim.com– Sebuah pemandangan unik terjadi di depan Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember, Sabtu (21/2/2026) petang. Di tengah guyuran hujan, Jumantoro, seorang petani asal Kecamatan Arjasa, menggelar aksi tunggal dengan membagikan takjil dan membawa tumpeng sebagai bentuk refleksi satu tahun pemerintahan Bupati Muhammad Fawait dan Wakil Bupati Djoko Susanto.
Aksi yang berlangsung di Jalan Sudirman, Kecamatan Patrang ini dilakukan tepat satu tahun setelah pelantikan pasangan kepala daerah tersebut pada 20 Februari 2025 lalu. Jumantoro menilai, momen ini harus menjadi ajang evaluasi besar bagi jalannya roda pemerintahan di Jember.
Sambil membagikan takjil kepada pengguna jalan, Jumantoro menyoroti hubungan antara Bupati dan Wakil Bupati Jember yang dinilainya belum harmonis. Menurutnya, ketidaksinkronan ini berdampak pada lahirnya kebijakan strategis daerah.
“Bupati dan Wakil Bupati itu dipilih satu paket, bukan berjalan sendiri-sendiri. Harapan kami, keduanya bisa kompak menelurkan kebijakan yang benar-benar hasil pemikiran bersama demi kesejahteraan masyarakat,” ujar Jumantoro di sela aksinya.
Ia menegaskan, tumpeng yang dibawanya merupakan simbol syukur sekaligus pengingat agar pemimpin daerah kembali merapat dan bekerja demi kepentingan rakyat kecil.
Tak hanya soal kekompakan, pria yang aktif menyuarakan isu pertanian ini juga mengkritik penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jember. Ia menilai prioritas anggaran saat ini masih belum menyentuh kebutuhan mendasar warga.
“Kami melihat masih banyak sekolah rusak bahkan mau ambruk, serta jalan berlubang yang belum tertangani maksimal. Sangat menyakitkan melihat ada alokasi anggaran besar untuk influencer, sementara petani dan infrastruktur pendidikan terabaikan,” tegasnya.
Di sektor pertanian, Jumantoro menuntut transparansi program pemerintah pusat yang dijalankan dinas terkait, khususnya soal penetapan CPCL (Calon Petani dan Calon Lokasi). Ia meminta agar penentuan kelompok tani penerima bantuan dilakukan secara terbuka guna menghindari salah sasaran.
Aksi refleksi ini berjalan tertib tanpa pengamanan ketat. Warga yang melintas tampak antusias menerima takjil, sembari menyaksikan prosesi pemotongan tumpeng sederhana di tepi jalan.
Jumantoro berharap aksi tunggalnya ini mampu mengetuk hati pemangku kebijakan di Jember. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mengawal pembangunan daerah agar tetap berpihak pada rakyat.
“Kami ingin Jember lebih baik. Refleksi ini semoga menjadi pengingat agar kebijakan ke depan benar-benar berpihak pada rakyat bawah,” pungkasnya.






