Resahkan Warga, 300 Motor Terjaring Razia Balap Liar di Arteri Porong

Ratusan motor diamankan satlantas Polresta Sidoarjo di Jalan Arteri Porong.(Foto: istimewa)

Sidoarjo, HeadlineJatim.com– Aparat kepolisian menindak tegas aksi balap liar yang kerap meresahkan masyarakat selama bulan suci Ramadan. Sebanyak 300 unit sepeda motor beserta ratusan remaja diamankan dalam razia besar-besaran di Jalan Arteri Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jumat (20/2/2026) pagi.

Read More

Razia ini merupakan respons cepat kepolisian terhadap banyaknya aduan masyarakat yang masuk melalui media sosial, call center 110, hingga siaran radio. Warga mengeluhkan kebisingan dan bahaya keselamatan akibat aksi kebut-kebutan tersebut.

Kasat Lantas Polresta Sidoarjo, AKP Yudhi Anugrah Putra, menjelaskan bahwa penertiban dilakukan dengan strategi pengepungan. Petugas menutup seluruh akses jalan menggunakan kendaraan besar guna memastikan tidak ada peserta maupun penonton yang meloloskan diri.

“Pagi ini kami melaksanakan penertiban dugaan balap liar di wilayah Porong. Kami bergerak cepat ke lokasi dan mengamankan kurang lebih 300 kendaraan beserta para pengendaranya,” ujar AKP Yudhi saat memberikan keterangan di lokasi kejadian.

Para remaja yang terjaring razia langsung didata di tempat, sementara kendaraan mereka diangkut menggunakan truk menuju Mapolresta Sidoarjo. AKP Yudhi menegaskan bahwa seluruh pelanggar akan dikenakan sanksi hukum berupa tilang.

“Orang tua juga kami panggil ke Polresta untuk menjemput anaknya masing-masing. Ini penting agar ada pembinaan dari lingkungan keluarga,” tambahnya.

Berdasarkan data kepolisian, pelaku tidak hanya berasal dari Sidoarjo, tetapi juga merambah ke wilayah tetangga seperti Surabaya, Pasuruan, dan Mojosari. Mayoritas kendaraan yang disita kedapatan melanggar spesifikasi standar, seperti penggunaan knalpot brong dan modifikasi ekstrem.

“Kendaraan akan kami cek satu per satu. Jika tidak sesuai standar, pemilik wajib mengembalikan ke bentuk semula sebelum diizinkan untuk diambil kembali,” tegasnya.

Aksi balap liar ini memang telah mencapai tahap yang mengkhawatirkan. Soleh (55), salah seorang warga di sekitar Arteri Porong, mengungkapkan bahwa para remaja tersebut seringkali menutup total akses jalan nasional saat beraksi.

“Mereka sangat meresahkan pengendara lain. Saat balapan berlangsung, jalan Arteri Porong ditutup total oleh mereka. Kami merasa sangat terganggu, apalagi ini bulan puasa di mana orang ingin beribadah dengan tenang,” keluh Soleh.

Dengan adanya razia ini, diharapkan kondusivitas wilayah Sidoarjo selama Ramadan tetap terjaga dan angka kecelakaan lalu lintas akibat balap liar dapat ditekan.

Related posts