Makna dan Keutamaan Puasa Ramadhan Hari Pertama

Ilustrasi oleh tim grafis 

Surabaya, HeadlineJatim.com– Umat Muslim di seluruh dunia kini memasuki hari pertama bulan suci Ramadhan 1447 H. Hari pertama ini bukan sekadar peralihan pola makan, melainkan fase krusial yang disebut oleh para ulama sebagai pintu gerbang menuju keberkahan selama sebulan penuh.

Read More

Menurut pandangan mayoritas ulama yang merujuk pada hadis riwayat Imam Al-Baihaqi, bulan Ramadhan dibagi menjadi tiga fase, sepuluh hari pertama adalah rahmat (rahmah), sepuluh hari kedua adalah ampunan (maghfirah), dan sepuluh hari terakhir adalah pembebasan dari api neraka.

Melansir dari laman resmi NU Online, para ulama menekankan bahwa hari pertama adalah momentum “pemanasan” spiritual. Keberhasilan seseorang menjaga kekhusyukan di hari pertama sering kali menjadi indikator kualitas ibadahnya hingga akhir bulan nanti.

Makna puasa tidak hanya dipandang dari sudut pandang teologis, tetapi juga psikologis dan kesehatan yang mendukung ibadah tersebut.

Dalam sebuah studi yang dipublikasikan oleh Journal of Religion and Health, disebutkan bahwa transisi mental pada hari pertama puasa membantu meningkatkan disiplin diri dan ketenangan batin. Secara sosiologis, puasa hari pertama membangun ikatan komunal yang kuat melalui tradisi sahur dan buka puasa bersama.

Selain itu, merujuk pada Kitab Fathul Bari karya Ibnu Hajar al-Asqalani, keutamaan puasa terletak pada penyucian jiwa (tazkiyatun nafs). Beliau menjelaskan bahwa saat perut menahan lapar, pintu-pintu nafsu tertutup dan memberikan ruang bagi hati untuk lebih peka terhadap kehadiran Tuhan.

Esensi Kesabaran

Ulama kharismatik sering mengingatkan bahwa tantangan terberat hari pertama bukanlah rasa lapar, melainkan adaptasi niat. Niat yang kokoh di awal waktu merupakan syarat sahnya puasa sekaligus penentu diterimanya pahala.

Hari pertama adalah ujian kesabaran pertama kita. Di sinilah rahmat Allah turun,” ujar Kamaruddin Amin, Dirjen Bimas Islam Kemenag RI, sebagaimana dilansir dari portal resmi kementerian.

Dengan memahami kedalaman makna ini, diharapkan umat Muslim tidak hanya mendapatkan lapar dan dahaga, tetapi juga transformasi spiritual yang nyata sejak hari pertama.

Related posts