Jelang Ramadan 2026, Penjualan Kurma di Jember Meroket Tajam

Jember, Headlinejatim – Geliat persiapan menyambut bulan suci Ramadan 2026 mulai terasa di Kabupaten Jember. Salah satu komoditas yang paling diburu masyarakat adalah kurma, yang penjualannya dilaporkan melonjak signifikan hingga 70 persen dibandingkan hari biasa.

Berdasarkan pantauan di kawasan Pasar Tanjung Jember pada Selasa (17/2/2026), berbagai jenis kurma mulai memenuhi etalase toko oleh-oleh dan pusat perbelanjaan. Para pedagang mulai menambah stok untuk memenuhi permintaan warga yang menjadikannya hidangan wajib saat berbuka puasa.

Read More

Alwi Al-Habsji, salah satu pedagang kurma di Pasar Tanjung, mengungkapkan bahwa peningkatan permintaan sudah terasa sejak sepekan (H-7) sebelum Ramadan.

“Alhamdulillah, sejak pagi banyak yang borong. Penjualan bisa meningkat hingga 60 sampai 70 persen dibandingkan hari normal,” ujar Alwi saat ditemui di tokonya.

Jenis Kurma dan Daftar Harga

Alwi menyediakan berbagai varian kurma mulai dari Sukari, Mesir, Ajwa, Ruthob, hingga kurma asal Palestina. Menurutnya, setiap jenis memiliki karakteristik tekstur dan ukuran yang berbeda-beda.

  • Kurma Mesir (Best Seller): Dijual Rp220.000 per karton (ukuran 10 kg). Menjadi favorit karena harga yang ekonomis.
  • Kurma Ajwa (Premium) Dibanderol Rp800.000 per karton (ukuran 5 kg).
  • Kurma Palestina & Sukari: Banyak diminati karena teksturnya yang lembut dan basah.

“Kurma Mesir tetap primadona setiap tahun karena harganya paling terjangkau di kantong pembeli,” tambah Alwi. Meski sempat ada isu pembatasan impor, ia memastikan ketersediaan stok saat ini kembali stabil.

Omzet Melejit Sepuluh Kali Lipat

Kenaikan omzet yang fantastis juga dirasakan oleh Muhammad Ismail, pedagang kurma lainnya. Jika pada hari biasa ia hanya mengantongi omzet sekitar Rp300.000 per hari, memasuki momentum Ramadan angkanya melonjak tajam.

“Kalau awal puasa begini, omzet bisa tembus Rp2 juta sampai Rp3 juta per hari. Naik hampir sepuluh kali lipat,” ungkap Ismail.

Namun, Ismail menjelaskan bahwa tren penjualan ini memiliki ritme tersendiri. Biasanya, puncak keramaian terjadi pada pekan pertama Ramadan, kemudian sedikit melandai di pertengahan bulan, dan kembali melonjak menjelang Idulfitri.

Di sisi pembeli, Nailin, warga setempat, mengaku berburu kurma lebih awal untuk menghindari lonjakan harga dan kehabisan stok.

“Saya pilih kurma Palestina untuk persiapan puasa. Rasanya ada yang kurang kalau momen Ramadan tanpa hidangan kurma di meja,” tuturnya singkat.

Related posts