Sinergi Pemerintah dan Ormas, Perkuat P4GN di Kalangan Perempuan dan Generasi Muda

JEMBER, headlinejatim.com– Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Jawa Timur menggelar sosialisasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Aula Daarul Hidayah, Jember, pada 3 Desember 2025. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan organisasi kemasyarakatan dalam menghadapi ancaman narkoba di Jawa Timur.

Kegiatan tersebut dihadiri anggota Komisi A DPRD Provinsi Jawa Timur, Lailatul Qodriyah, serta berbagai unsur organisasi Muslimat NU yang merupakan bagian dari keluarga besar Nahdlatul Ulama.

Read More

Mewakili Kepala Bakesbangpol Jatim, Analis Kebijakan Ahli Muda, Andik Sutjahjono, menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan memperkuat kemitraan strategis antara pemerintah daerah dan organisasi kemasyarakatan, khususnya dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda dan perempuan nahdliyin.

“Ini merupakan bentuk komitmen bersama untuk membangun generasi yang sehat dan bersih dari bahaya narkoba. Kehadiran semua pihak diharapkan dapat memperkaya pemahaman sekaligus mendorong aksi nyata dalam melawan narkoba di tengah masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya peran organisasi kemasyarakatan dalam menjaga stabilitas sosial dan politik. Menurutnya, ormas memiliki pengaruh besar dalam menyalurkan aspirasi masyarakat sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah dalam pencegahan konflik sosial dan radikalisme yang kerap disusupi peredaran narkoba.

“Melalui kemitraan yang kuat, termasuk dengan unsur intelijen dan masyarakat, kita bisa meminimalisir potensi konflik sekaligus menutup ruang gerak jaringan narkoba,” tambah Andik.

Sementara itu, Lailatul Qodriyah menegaskan komitmen Komisi A DPRD Jatim dalam memerangi narkoba melalui sosialisasi Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2022 tentang Fasilitasi Pencegahan dan Pemberantasan Narkoba. Ia menekankan bahwa keluarga, khususnya orang tua, memegang peran kunci dalam pencegahan sejak dini.

“Orang tua adalah benteng pertama dalam melindungi anak-anak dari bahaya narkoba. Jika keluarga kuat, maka lingkungan dan masyarakat juga akan kuat dalam menghadapi ancaman ini,” tegasnya.

Ia juga mengajak ibu-ibu tokoh masyarakat, guru, serta para pendakwah untuk menjadi penyuluh mandiri di lingkungan masing-masing, sehingga upaya pencegahan dapat dilakukan secara berkelanjutan dan menyentuh lapisan masyarakat paling bawah.

Kegiatan sosialisasi ini diharapkan mampu memperkuat kesadaran kolektif masyarakat tentang bahaya narkoba sekaligus mempererat sinergi antara pemerintah, DPRD, dan organisasi kemasyarakatan dalam menjaga ketahanan sosial di Jawa Timur.

Dengan kolaborasi yang kuat dan peran aktif seluruh elemen masyarakat, diharapkan Jawa Timur dapat terus bergerak menuju daerah yang aman, sehat, dan bebas dari ancaman narkoba, sekaligus memperkokoh persatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Related posts