Lupa Matikan Kompor, Atap Dua Rumah di Bulak Banteng Surabaya Ludes Terbakar

Petugas DPKP Kota Surabaya saat melakukan pembasan di Bulak Banteng.(Foto: istimewa)

Surabaya, Headlinejatim.com — Kelalaian saat memasak nyaris berujung petaka besar di kawasan padat penduduk Jl. Dukuh Bulak Banteng Timur II, Kenjeran, Surabaya. Dua atap rumah di lantai dua ludes dilalap si jago merah pada Selasa (10/2/2026) siang, yang diduga kuat akibat kompor yang lupa dimatikan.

​Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya menerima laporan darurat sekitar pukul 12.13 WIB. Tak butuh waktu lama, hanya dalam lima menit, armada petugas sudah tiba di lokasi untuk melakukan pemadaman.

​Upaya pemadaman sempat diwarnai tantangan. Akses menuju lokasi kebakaran sangat terbatas karena berada di dalam gang sempit dengan lebar hanya sekitar 1,5 meter. Petugas terpaksa menarik selang sepanjang 100 meter dari unit mobil pemadam ke titik api.

​”Sebanyak 10 unit tempur kami kerahkan, termasuk tim rescue dan bantuan dari rayon terdekat. Meskipun aksesnya sempit, tim bergerak cepat agar api tidak merembet ke rumah lainnya,” tulis keterangan resmi DPKP Surabaya.

​Api pokok berhasil dipadamkan pada pukul 12.29 WIB. Petugas kemudian melanjutkan proses pembasahan dan pendinginan untuk memastikan tidak ada sisa bara api hingga situasi benar-benar aman pada pukul 13.11 WIB.

​Objek yang terbakar adalah bagian atap di lantai dua pada bangunan seluas 5×10 meter. Dua rumah yang terdampak diketahui milik Moch. Soelikin (38) dan Nur Komariyah (34).

​Berdasarkan keterangan di lapangan, api diduga muncul saat aktivitas memasak di dapur. Karena kurangnya pengawasan, api menyambar kain di sekitar dapur, lalu merambat dengan cepat ke bagian atap bangunan yang berbahan mudah terbakar.

​Beruntung, kejadian ini tidak memakan korban jiwa maupun luka-luka. Namun, kerugian materiil diperkirakan mencapai jutaan rupiah dan saat ini masih dalam pendataan pihak terkait.

​Peristiwa ini menjadi pengingat keras bagi warga Surabaya, khususnya yang tinggal di kawasan padat penduduk. DPKP Surabaya kembali mengimbau masyarakat untuk lebih teliti saat beraktivitas di dapur.

​”Pastikan kompor dan peralatan listrik sudah dalam kondisi mati sebelum meninggalkan rumah atau beristirahat. Kelalaian kecil bisa berdampak fatal bagi keselamatan lingkungan sekitar,” pungkas petugas.

​Penanganan kebakaran ini juga melibatkan sinergi dari BPBD Kota Surabaya, Posko Terpadu Kedung Cowek, dan Tim Gerak Cepat (TGC).

Related posts