Programmer saat memberikan materi di hadapan siswa SMAK Untung Suropati Sidoarjo. (Foto:Fariz)
Sidoarjo, HeadlineJatim.com – Pernahkah terbayang bagaimana rasanya menjadi seorang programmer yang merancang kecerdasan buatan (AI) atau menjadi pengusaha sukses di usia muda? Alih-alih hanya membaca teorinya di buku, ratusan siswa SMA Katolik (SMAK) Untung Suropati Sidoarjo diajak merasakan langsung “vibe” dunia kerja tersebut melalui program “Live in Profesi”.
Program yang digelar perdana tahun ini bukan sekadar kunjungan biasa. Sekolah sengaja mendatangkan para praktisi ahli untuk “ngantor” di kelas dan berbagi rahasia dapur profesi mereka kepada siswa kelas 10 dan 11.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Agus Triyono, mengungkapkan bahwa ada 10 bidang profesi yang dihadirkan untuk memandu sekitar 400 siswa. Pilihan profesinya pun sangat beragam dan kekinian, mulai dari Bisnis, Marketing, Kesehatan, hingga Penegak Hukum.
”Tujuannya simpel tapi penting, supaya siswa punya bayangan nyata tentang dunia kerja. Jadi mereka bisa bersiap sejak dini, mumpung masih kelas 10 dan 11,” ujar Pak Agus dengan antusias.
Salah satu kelas yang cukup menyedot perhatian adalah bidang Programmer. Jolin Stella Angelica Ante, siswi kelas 11, mengaku sengaja memilih bidang ini karena relevan dengan rencana masa depannya.
”Aku pengin tahu dasarnya atau pengetahuan umum di dunia IT itu seperti apa, karena jurusan yang aku tuju nanti ada sangkut pautnya dengan IT,” ungkap Jolin.
Dalam sesi tersebut, para siswa tidak hanya mendengarkan teori, tapi juga dibekali materi tentang prospek kerja, tantangan di lapangan, hingga keahlian dasar yang wajib dimiliki. Jolin mengaku sesi ini sangat membuka matanya, terutama terkait profesi impiannya sebagai data analis.
”Setelah lihat penjelasannya tadi, aku makin ada gambaran. Ternyata prospek kerja data analis itu luas banget, apalagi didukung dengan salary atau gaji yang lumayan di dunia teknologi sekarang. Ini makin memperkuat keputusanku untuk terjun ke bidang itu,” tambah Jolin.
Ada yang istimewa dari jajaran pemateri yang hadir. Ternyata, mayoritas praktisi tersebut adalah para alumni SMAK Untung Suropati sendiri. Strategi ini sengaja dilakukan sekolah untuk mempererat ikatan antara kakak kelas yang sudah sukses dengan adik-adiknya yang masih berjuang di sekolah.
Khusus di kelas Programmer, topik Artificial Intelligence (AI) menjadi primadona. Mengingat AI sudah masuk dalam mata pelajaran baru, para alumni memberikan gambaran bagaimana teknologi ini digunakan secara nyata untuk mengelola informasi krusial di dunia maya.
Program yang masuk dalam kategori kokurikuler ini rencananya akan terus digelar setiap tahun. Persiapannya pun tidak main-main, tim kurikulum sudah merancang agenda ini sejak Juni 2025 lalu untuk memastikan para siswa mendapatkan pengalaman terbaik.
”Karena responnya positif dan sangat mendukung perkembangan anak-anak, kegiatan ini akan kami adakan rutin setiap tahun,” pungkas Pak Agus.






