Pelatihan Basic Life Support (BLS) digelar Pelindo Terminal Petikemas di Terminal Petikemas Surabaya dalam rangka Bulan K3 Nasional 2026.(Humas TPS)
Surabaya, Headlinejatim.com — Pelindo Terminal Petikemas melalui Direktorat Operasi menggelar pelatihan Basic Life Support (BLS) di Terminal Petikemas Surabaya (TPS). Agenda ini menjadi bagian penting dari rangkaian peringatan Bulan K3 Nasional 2026 untuk memperkuat kesiapsiagaan darurat di area pelabuhan.
Bertempat di Ruang Toba, Gedung Customer Service TPS, Kamis (29/1/2026), pelatihan ini diikuti oleh 30 peserta dari berbagai unit kerja. Peserta meliputi personel dari PT Pelindo Terminal Petikemas, Terminal Petikemas Surabaya (TPS), hingga Terminal Teluk Lamong (TTL).
Fokus utama pelatihan adalah pembekalan kemampuan dasar pertolongan pertama, terutama penanganan henti napas, henti jantung, serta penggunaan peralatan keselamatan medis darurat. Kompetensi ini dinilai sangat krusial mengingat karakteristik operasional pelabuhan yang memiliki risiko kerja tinggi.
Plh. Sekretaris Perusahaan TPS, Pragola Jiwa Suryanto, menegaskan bahwa kemampuan BLS merupakan pilar penting dalam membangun budaya keselamatan kerja yang tangguh. Menurutnya, setiap pekerja di lingkungan terminal wajib memiliki keterampilan dasar untuk merespons insiden secara cepat sebelum bantuan medis profesional tiba.
“Pelatihan ini adalah komitmen nyata kami dalam memperkuat budaya K3. Dengan dinamika operasional industri kepelabuhanan yang sangat tinggi, setiap individu harus mampu memberikan pertolongan pertama secara tepat pada kondisi darurat,” ujar Pragola.
Kegiatan ini sejalan dengan visi Pelindo Group pada Bulan K3 Nasional tahun ini yang menitikberatkan pada peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM). Investasi pada kemampuan pekerja dianggap sebagai fondasi utama operasional pelabuhan yang aman dan andal.
“Kami percaya kapasitas SDM adalah kunci operasional yang berkelanjutan. TPS bersama Pelindo Terminal Petikemas akan terus mendorong peningkatan kompetensi ini agar standar keamanan tetap terjaga di seluruh area operasional,” imbuhnya.
Melalui pelatihan praktis ini, para peserta diharapkan tidak hanya menguasai teori, tetapi juga sigap melakukan tindakan nyata (implementasi) saat menghadapi situasi kritis di lapangan. Hal ini diharapkan mampu meminimalisir risiko fatalitas di lingkungan kerja Pelindo Group.






