Proyek Rumah Pompa Nginden Senilai Rp65 Miliar Segera Dimulai, Solusi Banjir Surabaya Timur

Eri Irawan, Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya. (Foto: Arga Nur Wahid)

Surabaya, HeadlineJatim.com – Komisi C DPRD Kota Surabaya memastikan proyek pembangunan rumah pompa di kawasan Nginden, Kecamatan Sukolilo, segera direalisasikan. Dengan alokasi anggaran sebesar Rp65 miliar, infrastruktur ini diproyeksikan menjadi solusi permanen pengendalian banjir bagi lima kelurahan di wilayah Surabaya Timur.

Read More

​Kepastian ini dicapai dalam rapat dengar pendapat (RDP) antara Komisi C DPRD Surabaya, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, dan perwakilan Gereja Bethany pada Kamis (29/1/2026). Pertemuan tersebut berhasil menyepakati trase (jalur) pembangunan yang sempat terkendala lahan.

​Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Eri Irawan, menyatakan bahwa semua pihak telah mencapai titik temu terkait pemanfaatan lahan. Trase yang disepakati akan melintasi sebagian lahan yang digunakan untuk aktivitas Gereja Bethany di Nginden Intan Timur. Namun, Eri menegaskan status tanah tersebut tetap merupakan aset Pemkot Surabaya dengan skema Izin Pemakaian Tanah (IPT).

​“Kesepakatannya jelas, pekerjaan boleh berjalan. Syaratnya, setelah proyek selesai, area harus dikembalikan rapi seperti semula. Jika awalnya paving, ya dikembalikan paving. Area parkir motor gereja yang terdampak juga akan dibangunkan kembali oleh Pemkot di sisi utara,” ujar Eri usai RDP.

​Politisi PDI Perjuangan ini menegaskan bahwa pembangunan rumah pompa tersebut murni untuk kepentingan publik, yakni mengatasi genangan air yang kerap mengeluhkan warga, bukan untuk kepentingan pihak tertentu.

​Berdasarkan kajian teknis terbaru, lokasi di sekitar Gereja Bethany dinilai paling efisien untuk mengalirkan air menuju saluran Kalijagir. Proyek ini dijadwalkan mulai dikerjakan pada April 2026.

​”Rumah pompa ini akan mempercepat aliran air dari saluran permukiman. Wilayah yang terdampak langsung meliputi Nginden Jangkungan, Semolowaru, Medokan Semampir, serta sebagian Menur Pumpungan dan Klampis Ngasem,” tambahnya.

​Pembangunan ini menjadi bagian dari upaya mengejar target ideal infrastruktur drainase di Surabaya. Sebagai kota dengan topografi datar dan berada di wilayah hilir, rumah pompa menjadi instrumen vital untuk memompa air menuju laut.

​Data Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) menunjukkan, hingga akhir 2025 Surabaya baru memiliki 81 rumah pompa. Angka ini masih jauh dari kebutuhan ideal sebanyak 150 unit untuk mencakup seluruh titik rawan genangan secara efektif.

​”Idealnya kita butuh sekitar dua kali lipat dari yang ada sekarang, setidaknya 150 unit, karena posisi geografis kita yang datar,” ungkap Kepala DSDABM Kota Surabaya, Syamsul Hariadi.

​Meskipun sepanjang tahun 2025 Pemkot telah merampungkan lima unit rumah pompa baru di Dukuh Menanggal, Karah Agung, Ketintang, Margorejo Indah, dan Amir Mahmud, penambahan di kawasan Nginden dianggap sangat krusial. Kehadiran rumah pompa baru ini diharapkan dapat memperpendek durasi genangan saat curah hujan ekstrem melanda wilayah Surabaya Timur.

Related posts