Surabaya Menuju Kota Esports, Peluang Strategis dan Tantangan Bonus Demografi

Surabaya, HeadlineJatim.com— Kota Surabaya kini mempertegas posisinya bukan sekadar sebagai pusat pendidikan dan bisnis, melainkan juga sebagai hub utama industri esports di wilayah Indonesia Timur. Di tengah momentum bonus demografi Jawa Timur, kolaborasi antara pemerintah, industri, dan komunitas mulai melihat esports sebagai sektor strategis untuk memacu pertumbuhan ekonomi digital serta penciptaan lapangan kerja baru.

Data dan Fakta: Lonjakan Industri Esports Nasional

Read More

Berdasarkan data terbaru, pasar esports Indonesia terus menunjukkan tren positif. Pendapatan sektor ini diproyeksikan mencapai USD 12,3 juta pada tahun 2025, dengan tingkat pertumbuhan tahunan rata-rata (CAGR) sebesar 4,18% hingga 2029 (Statista).

Dominasi pasar saat ini masih dipimpin oleh sektor mobile gaming yang menguasai lebih dari 85 persen pangsa pasar nasional. Angka ini didukung oleh basis pengguna aktif yang mencapai lebih dari 150 juta gamer, memperkokoh posisi Indonesia sebagai salah satu pasar game terbesar di Asia Tenggara.

Surabaya Sebagai Arena Utama Jawa Timur

Dinamika esports di Surabaya tercermin dari suksesnya berbagai perhelatan besar. Salah satunya adalah gelaran seri ketiga Liga 1 Esports Nasional yang menarik ribuan tim pendaftar. Selain itu, kegiatan komunitas seperti DB FEST 2025 turut memberi ruang bagi talenta lokal untuk unjuk gigi.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur pun telah memberikan legitimasi formal dengan memasukkan esports sebagai cabang olahraga resmi pada Porprov Jatim IX/2025, yang melibatkan ratusan atlet dari 33 daerah. Langkah ini diperkuat oleh peran AVGI Jawa Timur dalam membina atlet muda melalui East Java Esports Championship.

Dukungan Pemerintah: Investasi pada Masa Depan Digital

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menegaskan bahwa esports merupakan bagian krusial dari ekonomi kreatif.

“Dengan pembinaan yang baik, esports bisa menjadi sektor strategis yang mendukung ekonomi kreatif, digital, bahkan pariwisata,” ujar Emil dalam agenda Musprov Esports Indonesia (ESI) Jatim.

Senada dengan hal tersebut, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menyatakan komitmennya untuk mencetak atlet kelas dunia dari Kota Pahlawan.

“Esports tidak hanya olahraga, tapi bisa menghasilkan prestasi nyata. Saya berharap muncul anak-anak Surabaya yang mampu menembus liga nasional hingga internasional,” tegasnya.

Dampak Sosio-Ekonomi dan Tantangan Masa Depan

Pertumbuhan industri ini membawa dampak positif yang signifikan bagi Surabaya, di antaranya:

  • Ekosistem Lapangan Kerja: Munculnya profesi baru seperti caster, analis, pelatih profesional, hingga penyelenggara acara (Event Organizer).
  • Keterampilan Abad 21: Mengasah strategic thinking, kerja tim, dan ketangkasan teknologi pada generasi muda.
  • Multiplier Effect: Event nasional di Surabaya turut menggerakkan sektor perhotelan, UMKM, dan transportasi lokal.

Namun, di balik peluang tersebut, terdapat tantangan yang perlu diantisipasi. Kesenjangan akses terhadap perangkat teknologi masih menjadi kendala di beberapa wilayah. Selain itu, diperlukan edukasi publik guna mengikis stigma negatif terkait kecanduan gim, sekaligus mengarahkan hobi tersebut menjadi aktivitas produktif yang profesional.

Momentum Emas Surabaya

Dengan populasi usia produktif yang melimpah dan dukungan kebijakan daerah, Surabaya memiliki modal kuat untuk menjadi episentrum esports nasional. Transformasi dari hobi menjadi industri profesional ini menandai babak baru ekonomi digital di Jawa Timur, di mana Surabaya siap menjadi motor penggerak utamanya.

Related posts