Jakarta, HeadlineJatim.com— Di tengah gemuruh panggung esports nasional, gelaran Mobile Legends Professional League Indonesia (MPL ID) Season 16 kembali menyajikan persaingan sengit antara dua kekuatan besar: ONIC Esports dan Alter Ego Esports. Duel di babak Grand Final ini bukan sekadar laga kompetitif, melainkan puncak dari sejarah panjang, kerja keras, dan dedikasi yang mencerminkan aspirasi generasi muda Indonesia di era ekonomi digital.
Berikut adalah rangkuman sejarah dan profil tim-tim legendaris yang telah mewarnai kancah esports nasional hingga internasional:
ONIC Esports Sang ‘Raja Langit’ Indonesia
Didirikan pada 26 Juli 2018 oleh Justin Widjaja, ONIC Esports telah menjelma menjadi organisasi profesional yang mendominasi skena Mobile Legends: Bang Bang (MLBB). Berbasis di Jakarta, tim ini dijuluki “Raja Langit” berkat konsistensi prestasinya yang luar biasa.
Debut di MPL Indonesia pada Season 2 (2018), ONIC dengan cepat menanjak menjadi kekuatan baru. Pada Season 3, tim ini mencetak rekor sejarah dengan 13 kemenangan tanpa kekalahan di fase reguler. Kesuksesan tersebut terus berlanjut dengan raihan gelar juara pada Season 8, 10, 11, 12, 15, dan yang terbaru pada Season 16 (2025/2026). Nama-nama seperti Nicky “Kiboy” Pontonuwu dan Kairi Rayosdelsol menjadi pilar penting yang membawa dominasi ONIC hingga ke tingkat internasional, termasuk kemenangan di ajang MSC.
Alter Ego Esports Semangat ‘El Familia’
Alter Ego Esports (AE) berdiri pada tahun 2018 di bawah kepemimpinan Delwyn Sukamto. Berawal dari dukungan terhadap tim-tim kecil, AE tumbuh menjadi organisasi besar yang disegani. Dikenal sebagai tim “Kuda Hitam”, Alter Ego sering kali menjungkirbalikkan prediksi dengan mengalahkan tim raksasa di fase krusial.
Pada Season 16, Alter Ego tampil dengan kekuatan baru di bawah asuhan pelatih berpengalaman, Xepher. Roster yang terdiri dari talenta berbakat seperti Nino, Arfy, dan Hijumee memperkuat karakter tim yang mengusung slogan “El Familia”—menekankan pada semangat kekeluargaan dan ketangguhan mental di tengah kompetisi yang intens.
RRQ Hoshi ‘Raja dari Segala Raja’
Rex Regum Qeon (RRQ) memiliki akar sejarah yang kuat sejak tahun 2013. Didirikan oleh Andrian Pauline dan Riki Suliawan, RRQ awalnya merupakan tim Dota 2 sebelum berekspansi ke MLBB pada 2017 melalui skuad RRQ.O2.
Sebagai salah satu organisasi paling dihormati, RRQ Hoshi telah mengoleksi gelar juara MPL ID pada Season 2, 5, dan 6. Mereka juga mencatatkan prestasi gemilang di tingkat dunia sebagai runner-up M1 World Championship 2019. Dengan basis penggemar (Kingdom) terbesar di Indonesia, RRQ menjadi standar manajemen tim esports yang inspiratif.
EVOS Esports Pionir Juara Dunia
Dibentuk pada 2016, EVOS Esports merupakan salah satu organisasi pionir di Indonesia. Momen bersejarah paling ikonik bagi dunia esports Indonesia lahir dari tim ini, tepatnya saat EVOS Legends menjuarai M1 World Championship 2019 di Malaysia.
Prestasi tersebut menjadi tonggak sejarah yang membuktikan bahwa talenta Indonesia mampu merajai panggung dunia. Meski mengalami berbagai reorganisasi, EVOS tetap menjadi simbol legitimasi prestasi global bagi skena kompetitif Mobile Legends tanah air.
Inspirasi Ekonomi Digital bagi Generasi Muda
Sejarah tim-tim besar di atas memberikan pesan edukatif bagi masyarakat luas mengenai potensi industri kreatif:
Transformasi Karier: Membuktikan bahwa hobi bermain gim dapat bertransformasi menjadi karier profesional yang menjanjikan, baik sebagai pemain maupun kreator konten.
Nilai Kedisplinan: Keberhasilan di esports menuntut koordinasi tim, strategi matang, dan disiplin tinggi, serupa dengan olahraga konvensional.
Ekosistem Lapangan Kerja: Organisasi esports kini membuka banyak peluang kerja baru di bidang manajemen, analisis data, kepelatihan, hingga produksi media digital.
Pencapaian mereka di MPL Indonesia dan kompetisi global adalah bukti nyata bahwa generasi muda Indonesia siap bersaing dalam ekonomi digital dunia.






