PLN Hadirkan SPKLU Center Pertama di Malang, Dorong Ekosistem Kendaraan Listrik

Pembukaan SPKLU Center Pertama di Kota Malang. (Foto: Istimewa)

Malang, Headlinejatim.com – PT PLN (Persero) memilih Malang sebagai titik awal babak baru pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Jawa Timur. Melalui peresmian SPKLU Center pertama di Kota Malang, PLN memberi sinyal bahwa transisi energi tidak lagi berhenti di kota-kota besar, tetapi mulai menyentuh pusat pendidikan dan aktivitas urban.

Read More

SPKLU Center tersebut diresmikan pada Kamis (22/1/2026) di Kantor PLN UP3 Malang, Jalan Jenderal Basuki Rahmat. Peresmian diawali konvoi kendaraan listrik dan dihadiri jajaran manajemen PLN, Forkopimda, komunitas kendaraan listrik, serta pemangku kepentingan daerah.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur Ahmad Mustaqir menegaskan, pembangunan SPKLU Center ini merupakan langkah strategis PLN dalam menyiapkan infrastruktur sebelum lonjakan pengguna kendaraan listrik terjadi.

“Kami tidak menunggu pasar terbentuk. Infrastruktur harus lebih dulu siap agar masyarakat percaya dan berani beralih ke kendaraan listrik. Malang kami nilai memiliki potensi besar,” kata Ahmad.

SPKLU Center Malang dirancang sebagai pusat pengisian kendaraan listrik terpadu, bukan sekadar titik charger biasa. Fasilitas ini dilengkapi empat mesin berkapasitas 180 kW yang melayani delapan unit charger, serta satu mesin 60 kW untuk tiga charger tambahan. Untuk menunjang kenyamanan pengguna, PLN menyediakan 10 slot parkir, lounge, masjid, dan toilet.

Menurut Ahmad, keberadaan SPKLU Center juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang PLN dalam mendukung target pengurangan emisi karbon dan transisi menuju energi bersih.

“Transportasi adalah salah satu penyumbang emisi. Dengan memperkuat infrastruktur kendaraan listrik, PLN ikut mengambil peran langsung dalam upaya menekan emisi dan membangun pola mobilitas baru,” ujarnya.

Data PLN menunjukkan, Malang Raya saat ini telah memiliki 56 unit SPKLU, tertinggi di Jawa Timur. Sementara secara regional, Jawa Timur kini ditopang 288 unit SPKLU di 152 lokasi, menempatkan provinsi ini sebagai salah satu wilayah dengan kesiapan infrastruktur kendaraan listrik paling agresif di Indonesia.

Pemerintah Kota Malang menyambut baik langkah PLN tersebut. Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan Kota Malang Eko Sri Yuliadi menilai pengembangan SPKLU sejalan dengan visi kota yang berorientasi lingkungan.

“Kami ingin Malang tumbuh sebagai kota yang sehat dan berkelanjutan. Infrastruktur kendaraan listrik adalah bagian dari itu, dan peran PLN sangat krusial,” ujar Eko.

Dukungan serupa disampaikan Wakil Ketua II DPRD Kota Malang Trio Agus Purwono. Ia menyebut, pemerintah daerah juga mulai memberi contoh dengan beralih ke kendaraan operasional berbasis listrik.

“Kalau infrastruktur pengisiannya tersedia dan mudah diakses, masyarakat tidak akan ragu. Di sini kehadiran PLN menjadi faktor penentu,” kata Trio.

PLN memastikan pengembangan SPKLU akan terus diperluas, tidak hanya di Malang, tetapi di berbagai wilayah Jawa Timur dan Indonesia. Langkah ini menjadi bagian dari transformasi PLN sebagai penyedia energi sekaligus penggerak ekosistem transportasi rendah emisi.

Related posts