Gresik, HeadlineJatim.com – Budaya asli Indonesia kembali naik kelas di kancah internasional. Kali ini, Damar Kurung yang merupakan ikon seni tradisi khas Gresik, tampil memukau dalam pertunjukan short storytelling di Auditorium IFI Surabaya, Pusat Kebudayaan Prancis, Jumat (23/1).
Pesan mendalam tentang perdamaian dunia ini dibawakan dengan apik oleh Jasson, siswa kelas 3 UPT SDN Petrokimia Gresik. Di tangannya, Damar Kurung bukan lagi sekadar lampu hias tradisional, melainkan simbol pemersatu tiga bangsa.
Dalam penampilannya yang penuh percaya diri, Jasson membawakan cerita imajinatif yang menghubungkan Indonesia, Prancis, dan Jerman. Melalui narasi sederhana namun menyentuh, ia menggambarkan bagaimana perbedaan budaya dan bahasa bisa disatukan melalui cahaya dari kerajinan khas kota santri tersebut.
”Budaya bukan sekadar warisan, melainkan jembatan yang menghubungkan bangsa-bangsa,” ujar Jasson dalam narasinya.
Media Diplomasi Budaya
Damar Kurung yang identik dengan lukisan bercerita pada sisi-sisinya, digunakan Jasson sebagai media untuk menunjukkan bahwa kearifan lokal Gresik mampu berbicara dalam bahasa universal, yakni perdamaian.
Pemilihan lokasi di Auditorium IFI Surabaya memberikan nuansa internasional yang kental. Penonton yang hadir diajak menyelami filosofi Damar Kurung yang meneduhkan di tengah keberagaman dunia. Hal ini membuktikan bahwa tradisi lokal memiliki daya tarik kuat di mata dunia internasional.
Inspirasi Generasi Muda
Kehadiran ikon budaya Gresik di ruang budaya internasional ini menjadi bukti nyata bahwa anak muda mampu menjadi duta budaya sejak dini. Setiap kata yang diucapkan Jasson seolah menjadi cahaya yang menembus batas geografis.
Aksi Jasson ini menuai banyak pujian dari para penonton yang hadir. Lewat suara seorang anak sekolah dasar, pesan besar tentang persahabatan antarnegara tersampaikan dengan lebih murni dan emosional.
“Setiap suara membawa pesan, setiap cerita menyalakan imajinasi,” ungkap salah satu kutipan yang menggambarkan suasana bangga di lokasi acara.
Kini, cahaya Damar Kurung tidak hanya menerangi sudut-sudut jalanan di Kabupaten Gresik, tetapi juga mulai “mengudara” menerangi langit persahabatan dunia. Aksi luar biasa siswa SD ini diharapkan mampu menginspirasi generasi muda lainnya untuk terus melestarikan kearifan lokal hingga ke level global.






