Jika Perang Benar Terjadi, Lakukan Hal Ini Untuk Selamat Tanpa Listrik dan Internet

Foto Ilustrasi dibuat menggunakan AI

SURABAYA, HeadlineJatim.com – Ketegangan geopolitik global yang meningkat di awal tahun 2026 memicu kekhawatiran serius di berbagai belahan dunia. Terbaru, pemerintah Belanda melalui Panglima Tentara Nasionalnya, Jenderal Onno Eichelsheim, memberikan peringatan keras (warning) kepada warganya untuk mulai bersiap menghadapi potensi konflik bersenjata berskala besar di Eropa.

Read More

​Langkah ini menyusul distribusi pamflet kesiapsiagaan di Swedia dan Finlandia, yang menginstruksikan warga untuk mandiri secara logistik selama krisis.

Bayangkan sebuah pagi di mana koneksi internet hilang secara global, aliran listrik terputus total akibat serangan siber atau pulsa elektromagnetik (EMP), dan rak-rak supermarket kosong dalam hitungan jam.

Di tengah situasi ini, skenario Perang Dunia III bukan lagi sekadar fiksi ilmiah, melainkan risiko nyata yang membutuhkan kesiapsiagaan sipil.

Belajar dari Belanda, ​Apa yang sebenarnya harus dilakukan masyarakat jika dunia “padam” seketika?

1. 24 Jam Pertama: Prioritas Keamanan

​Menurut panduan dari FEMA dan Ready.gov, hal pertama yang harus dilakukan adalah mencari perlindungan dan memutus kontak dengan area terbuka. Jika terjadi serangan udara, segera menjauhlah dari jendela.

  • Tanpa Listrik: Gunakan lampu senter bertenaga baterai atau hand-crank (engkol). Hindari penggunaan lilin dalam jangka panjang karena risiko kebakaran tinggi, sementara layanan pemadam kebakaran mungkin tidak beroperasi secara normal.
  • Tanpa Internet: Satu-satunya sumber informasi valid adalah radio frekuensi tinggi atau radio FM bertenaga baterai. Pemerintah akan menggunakan jalur ini untuk memberikan instruksi darurat.

2. Krisis Pangan dan Air: Strategi “Stockpile”

​Sistem distribusi pangan akan lumpuh seketika akibat terputusnya rantai pasok digital. Para ahli menyarankan masyarakat untuk memiliki Tas Siaga Bencana (TSB) yang berisi kebutuhan pokok untuk minimal 72 jam hingga 2 minggu.

  • Pilihan Makanan: Fokus pada makanan kaleng yang tidak perlu dimasak (seperti ikan sarden, kornet), madu (satu-satunya makanan yang tidak basi), selai kacang (padat energi), dan susu bubuk.
  • Air adalah Raja: Simpan minimal 4 liter air per orang per hari. Tanpa listrik, pompa air tanah elektrik tidak akan berfungsi. Pelajari cara menjernihkan air menggunakan tablet pemurni atau teknik penyaringan alami.

3. Kembali ke Cara Analog

​Dalam kondisi internet mati total, kemampuan membaca peta fisik (kertas) menjadi keterampilan hidup yang krusial. Tanpa GPS, arah kompas dan peta cetak adalah satu-satunya panduan untuk melakukan evakuasi atau menuju titik kumpul aman yang ditentukan otoritas setempat.

​Kesiapsiagaan bukanlah bentuk pesimisme terhadap perdamaian, melainkan langkah rasional untuk melindungi diri dan keluarga di tengah ketidakpastian dunia.

Seperti pesan yang ditekankan oleh otoritas keamanan di Eropa: “Kesiapan adalah pertahanan terbaik.” Memulai dari langkah kecil seperti menyiapkan lampu senter, stok air bersih, dan radio baterai hari ini, bisa jadi adalah penentu keselamatan di masa depan yang tak terduga.

Sumber :

NL Times: Dutch military chief warns: “Society must prepare for war”.

​BBC News: Scandinavia’s guide to surviving war: What’s inside the pamphlets?

Related posts