Menteri Ketenagakerjaan Yassierli (tengah), Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor (tiga dari kiri), Direktur Teknologi, Engineering, dan Keberlanjutan PT PLN E. Haryadi (tiga dari kanan), Direktur Distribusi PT PLN Arsyadany Ghana Akmalaputri (dua dari kanan), serta Direktur Utama PLN Nusantara Power Ruly Firmansyah (kanan) selepas acara Pembukaan Bulan K3 Nasional di PLN Nusantara Power Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap Muara Tawar. (Foto: Istimewa)
Surabaya, HeadlineJatim.com – PT PLN Nusantara Power (PLN NP) menegaskan konsistensinya dalam menerapkan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di seluruh unit pembangkit. Perusahaan mencatat nihil kecelakaan kerja dan tanpa fatalitas sejak 2018, termasuk di PLTGU Muara Tawar yang menjadi pembangkit terbesar yang dikelola PLN NP.
Komitmen tersebut disampaikan bertepatan dengan pembukaan Bulan K3 Nasional yang digelar di Unit Pembangkit Muara Tawar, Bekasi. Pembangkit ini memiliki peran strategis sebagai salah satu penopang utama pasokan listrik sistem interkoneksi Jawa–Bali, sehingga penerapan standar keselamatan kerja dinilai krusial untuk menjaga keandalan operasional.
Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Prof. Yassierli, S.T., M.T., Ph.D, menegaskan bahwa perlindungan tenaga kerja di sektor energi harus menjadi prioritas, mengingat sektor ini memiliki tingkat risiko tinggi sekaligus peran vital dalam perekonomian nasional.
“Penerapan K3 bukan hanya untuk melindungi pekerja, tetapi juga menjadi faktor kunci dalam menjaga keberlangsungan operasional dan produktivitas nasional,” ujar Yassierli dalam sambutannya.

Direktur Utama PLN Nusantara Power menyatakan bahwa perusahaan menempatkan K3 sebagai fondasi utama dalam operasional pembangkit, khususnya di unit berskala besar seperti Muara Tawar.
“Keandalan pembangkit harus berjalan seiring dengan keselamatan dan kesehatan kerja. Di UP Muara Tawar, kami membuktikan bahwa operasional berskala besar dapat dijalankan dengan standar K3 yang unggul, salah satunya melalui simulasi tanggap darurat dan pelatihan fire rescue,” ujarnya.
Sepanjang 2025, PLN Nusantara Power membukukan total jam kerja aman (safe manhours) sebesar 42.429.401 jam. Unit Pembangkit Muara Tawar menjadi salah satu kontributor utama dalam pencapaian tersebut. Manajemen menilai capaian ini merupakan hasil penerapan sistem manajemen K3 yang disiplin, peningkatan kompetensi pekerja, serta penguatan budaya keselamatan di seluruh lini operasional.
Sebagai bagian dari pengendalian risiko, PLN NP secara rutin menggelar simulasi tanggap darurat dan pelatihan fire rescue di seluruh unit pembangkit untuk memastikan kesiapan personel dalam menghadapi kondisi darurat, termasuk kebakaran, evakuasi, dan penyelamatan korban.
Selain penguatan sumber daya manusia, PLN Nusantara Power juga mendorong digitalisasi K3. Di PLTGU Muara Tawar, perusahaan telah menerapkan sistem working permit online, pelaporan potensi bahaya serta inspeksi peralatan K3 berbasis aplikasi dan web, hingga dashboard pemantauan kinerja K3 secara real-time.
Melalui peringatan Bulan K3 Nasional ini, PLN Nusantara Power berharap kesadaran dan partisipasi aktif pekerja serta mitra kerja terhadap keselamatan kerja terus meningkat guna mendukung keandalan pembangkit dan ketahanan energi nasional.






