Sejumlah pegawai Kelas IIA Sidoarjo usai menjalani tes urin.(Foto : istimewa)
Sidoarjo, Headlinejatim.com– Mengawali tahun 2026, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Sidoarjo memperketat pengawasan internal guna menciptakan lingkungan kerja yang bersih dan berintegritas. Sebagai langkah nyata, seluruh jajaran pegawai diwajibkan menjalani tes urin dadakan guna memastikan institusi pemasyarakatan tersebut bebas dari penyalahgunaan narkoba.
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Lapas Sidoarjo pada Selasa (13/1/2026) ini diikuti oleh seluruh elemen, mulai dari pejabat struktural hingga staf pelaksana. Proses pengambilan sampel dilakukan secara terkoordinasi dan diawasi ketat demi menjamin transparansi serta akuntabilitas hasil.
Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIA Sidoarjo, Disri Wulan Agus Tomo, menegaskan bahwa langkah ini merupakan komitmen serius instansinya dalam menjaga marwah organisasi.
“Tes urin ini adalah wujud nyata komitmen kami untuk mewujudkan lingkungan kerja yang bersih, profesional, dan bebas narkoba. Ini bukan sekadar rutinitas seremonial, melainkan langkah krusial menjaga integritas seluruh pegawai,” tegas Disri.
Disri menambahkan, tes urin ini berfungsi sebagai langkah preventif (pencegahan) untuk mendeteksi potensi penyalahgunaan narkoba di lingkungan internal sejak dini. Hal ini selaras dengan program nasional pemberantasan peredaran gelap narkotika di lingkungan pemerintahan.
Menurutnya, pegawai pemasyarakatan memiliki tanggung jawab moral yang besar karena berinteraksi langsung dengan pembinaan warga binaan. Oleh karena itu, integritas petugas harus menjadi fondasi utama.
“Pegawai pemasyarakatan harus mampu menjadi teladan bagi masyarakat. Lingkungan kerja yang sehat dan bebas narkoba adalah syarat mutlak untuk membangun kepercayaan publik serta meningkatkan kualitas pelayanan,” imbuhnya.
Melalui sidak dan pemeriksaan rutin ini, Lapas Kelas IIA Sidoarjo berharap seluruh personel semakin memperkuat komitmen profesionalisme. Selain itu, kegiatan ini diharapkan menjadi peringatan keras bagi siapa pun untuk tidak bermain-main dengan narkoba demi menjaga nama baik institusi Kemenkumham.






